Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda kini tengah menunggu proses serah terima aset dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Kepala Disporapar Samarinda Muslimin mengatakan, setelah penyerahan resmi dilakukan, pihaknya akan menentukan mekanisme tata kelola objek tersebut, baik melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), kemitraan pihak ketiga, maupun skema lainnya.
“Nanti dapat saja UPTD mengelola sementara sekitar tiga bulan sambil dilakukan evaluasi terhadap operasional,” kata Muslimin.
Sembari menunggu proses administrasi tersebut rampung, pegiat golf lokal rencananya bakal dilibatkan untuk memberikan pendampingan teknis pada masa awal pengoperasian.
Apalagi, hasil peninjauan lapangan menunjukkan sarana olahraga tersebut secara umum telah siap digunakan. Hanya terdapat beberapa penyempurnaan teknis ringan yang masih perlu ditangani sebelum dibuka untuk masyarakat luas.
Dalam mendukung fase awal ini, Disporapar Samarinda berkomitmen merangkul komunitas golf di Kota Tepian sebagai pendamping lapangan. Kehadiran mereka diproyeksikan memberi masukan berharga terkait sistem kerja, pelayanan pengguna, hingga standar pemeliharaan prasarana latihan.
“Tetap kami yang mengelola, hanya dibantu rekan-rekan pegiat golf untuk memberikan masukan secara teknis,” jelasnya.
Di sisi lain, opsi kerja sama dengan pihak swasta atau ketiga tetap terbuka lebar. Namun, hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun, terkait keputusan final yang akan diterapkan.
Apabila seluruh tahapan administratif dan teknis berjalan tanpa hambatan, fasilitas latihan golf ini diperkirakan dapat dimanfaatkan publik dalam waktu dekat. “Mungkin Juli sudah dapat dibuka,” pungkasnya.
Editor: Erwin