Ketua KONI Samarinda, Wahyudi, mengatakan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda guna memastikan kesiapan seluruh kontingen yang akan diberangkatkan.
Saat ditemui di Aula Bapperida Samarinda, Jumat (29/5/2026), Wahyudi menjelaskan pertemuan terakhir dengan Disporapar difokuskan pada pendataan jumlah atlet dan seluruh unsur pendukung yang akan tampil di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
“Pertemuan terakhir kami membahas pendataan keseluruhan atlet, pelatih, manajer, hingga official yang diproyeksikan berangkat ke Porprov nanti,” ujarnya.
Selain itu, KONI Samarinda juga tengah menyiapkan agenda rapat kerja (Raker) yang direncanakan berlangsung pada akhir Juni atau awal Juli 2026.
Pelaksanaan raker tersebut menunggu selesainya Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kaltim yang dijadwalkan digelar pada 3 Juni mendatang.
Menurut Wahyudi, hasil Musorprov nantinya akan menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan langkah strategis KONI Samarinda ke depan, termasuk persiapan teknis menuju Porprov.
“Kami menunggu Musorprov selesai terlebih dahulu agar seluruh kebijakan dan arah organisasi bisa dipahami sebelum rapat kerja dilaksanakan,” katanya.
Dalam rapat kerja nanti, pembahasan utama akan difokuskan pada kesiapan kontingen Samarinda, mulai dari kebutuhan teknis cabang olahraga, atlet hingga dukungan anggaran dan perlengkapan.
Saat ini, jumlah peserta yang dipersiapkan mencapai sekitar 1.700 orang yang terdiri atas atlet, pelatih, manajer, dan official dari berbagai cabang olahraga. Namun, angka tersebut masih berpotensi berubah seiring adanya penyesuaian anggaran.
Wahyudi mengungkapkan efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam persiapan Porprov kali ini. Karena itu, jumlah kontingen kemungkinan akan dikurangi menjadi sekitar 1.550 orang.
“Masih akan dilakukan evaluasi kembali karena adanya efisiensi anggaran. Kemungkinan jumlah peserta yang berangkat berkisar 1.550 orang,” jelasnya.
Sementara itu, KONI Samarinda memperkirakan sebanyak 65 cabang olahraga akan ikut ambil bagian dalam Porprov VIII Kaltim 2026.
Terkait pendanaan, Wahyudi menegaskan pihaknya tidak memasang target nominal tertentu terhadap anggaran yang akan diterima.
Meski demikian, KONI Samarinda tetap berupaya mencari dukungan tambahan dari pihak swasta untuk membantu kebutuhan perlengkapan kontingen.
Ia menyebutkan, kebutuhan atribut seperti kaos, jaket, dan perlengkapan lainnya menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam persiapan Porprov.
“Kami memahami kondisi efisiensi anggaran saat ini. Berapa pun dukungan yang diberikan tentu kami syukuri. Selain itu, kami juga mencoba meminta bantuan dari perusahaan-perusahaan di Samarinda, khususnya untuk kebutuhan atribut kontingen,” tuturnya.
Dalam waktu dekat, KONI Samarinda juga dijadwalkan melakukan audiensi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari dukungan tambahan bagi kebutuhan kontingen Samarinda.
“Dalam waktu dekat kami juga akan menghadap BPD Kaltimtara. Itu juga merupakan arahan langsung dari bapak wali kota,” pungkasnya.
Editor: Erwin