Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras kepada awak media pada Senin (25/5/2026). Menurut pria yang akrab disapa Rusdi ini, figur Marciano masih sangat dibutuhkan oleh insan olahraga tanah air. Marciano dinilai memiliki visi besar untuk membawa prestasi olahraga Indonesia "terbang tinggi" di kancah global.
“Banyak hal luar biasa yang telah dilakukan Pak Marciano selama dua periode kepemimpinannya yang akan berakhir Juni 2027 nanti,” ujar Rusdi.
Dukungan penuh dari KONI Kaltim ini bukan tanpa alasan. Rusdi membeberkan, sejumlah terobosan progresif yang lahir di era kepemimpinan Marciano dan dampaknya sangat dirasakan oleh daerah.
Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri pertama di Kudus adalah langkah berani menggelar PON khusus beladiri menjadi angin segar bagi pembinaan atlet spesialis olahraga kontak fisik. Selanjutnya, kedekatan dan komunikasi yang baik dengan korporasi melahirkan kolaborasi strategis.
Di Kaltim sendiri, kerja sama pembinaan atlet antara KONI dan Bayan Group bahkan sudah memasuki jilid kedua. “Terobosan-terobosan inovatif seperti PON Beladiri dan kemitraan strategis KONI-Bayan ini tentu menjadi pertimbangan utama kami di Kaltim untuk kembali mencalonkan beliau,” tegas Rusdi.
Selain inovasi, rekam jejak Marciano dalam menakhodai KONI Pusat di tengah krisis juga menjadi poin krusial. Untuk penyelarasan visi, Marciano mampu menyatukan seluruh KONI Provinsi dan Pengurus Besar Cabang Olahraga (PB Cabor) dalam satu dirigen yang sama untuk menyukseskan Asta Cita Presiden.
Dengan senyap dan tenang, Marciano berhasil menyelesaikan kegaduhan pembinaan prestasi di daerah yang sempat dipicu oleh terbitnya Permenpora Nomor 14 Tahun 2024.
Regulasi tersebut akhirnya dibatalkan oleh Menpora Erick Thohir. Marciano juga sigap mengatasi dampak dari terbitnya Permenpora Nomor 8 Tahun 2026.
Marciano teruji sukses mengawal jalannya PON 2024 yang untuk pertama kalinya digelar di dua provinsi (Sumatra Utara dan Aceh). Begitu pula dengan persiapan PON 2028 yang berhasil diurai hingga disepakati akan dimainkan di tiga klaster, yaitu NTB, NTT, dan Jakarta.
Peluang Marciano Norman untuk kembali memimpin tiga periode kini telah sah secara organisasi. Hal ini menyusul disepakatinya perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI yang memperbolehkan ketua umum menjabat selama tiga periode.
Perubahan konstitusi olahraga tersebut telah diketok palu dan disepakati bersama dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI yang berlangsung di Hotel Pullman Jakarta Kamis (21/5/2026) pekan lalu.
Dengan adanya payung hukum baru tersebut serta dukungan kuat dari berbagai daerah termasuk Kaltim, jalan bagi Marciano Norman untuk melanjutkan estafet kepemimpinan 2027–2031 dinilai bakal berjalan mulus.
Editor: Aspian Nur