Tim putra Universitas Mulawarman (Unmul) sukses keluar sebagai juara, usai mengoleksi poin tertinggi di klasemen sekaligus memastikan satu tiket menuju babak nasional atau The National.
Keberhasilan Unmul menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan perdana Campus League di Samarinda. Meski baru diikuti empat tim, penyelenggara menilai kompetisi ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem basket mahasiswa di Kaltim.
CEO Campus League Ryan Gozali mengakui penyelenggaraan tahun pertama di Samarinda masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama minimnya jumlah peserta.
Banyak kampus dan pemain yang masih belum terbiasa dengan atmosfer kompetisi basket level mahasiswa. “Ini baru pertama kali kami di Samarinda. Jadi bukan hanya kami, tapi tim-tim juga mungkin belum terbiasa dengan kompetisi level mahasiswa. Ada yang masih kagok, bahkan ada yang takut ikut. Saya memaklumi karena ini memang tahun pertama,” ujarnya.
Meski peserta masih terbatas, pihaknya tetap berkomitmen mengembangkan kompetisi tersebut di Samarinda dalam jangka panjang.
“Peserta memang baru empat tim, sayang sebenarnya. Tapi kita harus mulai dari suatu titik. Kami akan konsisten minimal tiga tahun ke depan untuk terus hadir di Samarinda. Harapannya tentu jumlah peserta semakin banyak,” paparnya.
Kehadiran Campus League di Samarinda bertujuan menjaring potensi pebasket muda dari Kalimantan, khususnya Kaltim.
“Tujuan kami membuka regional di Samarinda adalah mencari talenta-talenta dari Kalimantan. Kalau kompetisinya ada tapi talentanya tidak hadir, lalu apa yang mau dicari?” tambahnya.
Dalam sistem kompetisi musim ini, regional Samarinda hanya mendapatkan satu slot tim putra menuju putaran nasional. Jumlah slot berbeda di tiap daerah karena menyesuaikan level kompetisi dan jumlah peserta.
“Di Jawa pesertanya sangat banyak sampai ada waiting list dan pra-kualifikasi untuk masuk 16 besar regional. Mayoritas wilayah mendapat dua slot putra dan dua slot putri, sedangkan Jakarta sebagai tuan rumah mendapat tiga slot,” papar Ryan.
Juara nasional sektor putra nantinya akan mewakili Indonesia di ajang Asian University Basketball League melawan kampus-kampus terbaik dari sembilan negara Asia seperti China, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Filipina, dan Australia.
Sementara kapten tim Unmul Roitsabiq Dwi Pangga mengungkapkan timnya sempat mengalami kesulitan pada kuarter pertama pertandingan karena kurang fokus dan belum menemukan ritme permainan.
“Dikuarter pertama kami memang masih kurang fokus dan touch permainan belum dapat. Tapi kami mendengarkan arahan coach untuk tetap tenang dan tidak meratapi kesalahan sebelumnya,” ujarnya.
Evaluasi cepat yang dilakukan tim menjadi kunci kebangkitan Unmul hingga akhirnya mampu menguasai pertandingan. “Kami mencoba mempelajari kesalahan di game sebelumnya lalu menerapkannya di pertandingan berikutnya,” ujar Pangga.
Pelatih Unmul Tidaryanto Panggalo Sirenden, mengatakan timnya kini langsung bersiap menghadapi The National dengan fokus pada pembenahan fisik dan pertahanan.
“Pemain harus tetap harus aktif, tidak boleh berleha-leha karena jadwal menuju nasional sangat mepet. Fokus kami nanti di fisik dan defense terlebih dahulu,” ujar Tidaryanto.
Ia juga menyoroti faktor cuaca yang cukup memengaruhi persiapan tim selama latihan. Kondisi hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat jadwal latihan kerap terganggu karena tim masih menggunakan lapangan outdoor.
“Kalau hujan sore menjelang magrib, kami harus datang lebih cepat untuk mengeringkan lapangan supaya bisa dipakai latihan malam hari. Itu cukup memengaruhi jadwal latihan kami,” jelasnya.
Meski demikian ia memastikan kondisi kesehatan pemain tetap terjaga dan tim siap menghadapi persaingan ketat di tingkat nasional nanti.
Editor: Aspian Nur