Kompetisi ini menjadi momentum penting bagi perkembangan basket kampus di luar Pulau Jawa. Sebanyak empat perguruan tinggi dipastikan ambil bagian dalam perebutan gelar juara Regional Samarinda sekaligus tiket menuju fase nasional.
Empat tim peserta tersebut terdiri dari Politeknik Negeri Balikpapan, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Universitas Mulawarman (Unmul), dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
CEO Campus League, Ryan Gozali, mengatakan keikutsertaan empat kampus tersebut menunjukkan kesiapan mereka untuk bersaing di musim perdana kompetisi basket antarkampus.
“Ikut kompetisi selalu butuh persiapan. Karena ini musim perdana, kampus-kampus secara umum butuh waktu untuk mempersiapkan tim. Jadi, yang siap untuk sementara ini di Regional Samarinda cuma empat tim tersebut,” ujar Ryan belum lama ini.
Dalam pelaksanaannya, Basketball Regional Samarinda yang turut didukung Bayan Peduli menggunakan sistem round robin atau setengah kompetisi.
Setiap tim akan saling berhadapan, sehingga masing-masing tim dijadwalkan menjalani tiga pertandingan selama kompetisi berlangsung.
Tim yang mampu finis di puncak klasemen pada akhir kompetisi akan dinobatkan sebagai juara Regional Samarinda dan berhak melaju ke fase The National.
Pada fase nasional nanti, juara Regional Samarinda akan bersaing dengan para finalis dari berbagai regional lainnya di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Banten, yang dijadwalkan berlangsung pada 6–13 Juni 2026.
Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menyebut penyelenggaraan kompetisi di Samarinda menjadi langkah penting dalam memperluas ekosistem basket kampus ke luar Pulau Jawa.
Menurutnya, Samarinda menjadi kota pertama di luar Jawa yang dipercaya menjadi tuan rumah Campus League Basketball Season 1.
Hal itu sekaligus menjadi bukti komitmen penyelenggara untuk menghadirkan kompetisi yang inklusif dan menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia.
“Tahun ini Samarinda menjadi kota venue pertama di luar Jawa. Ini bukan hanya untuk perguruan tinggi, tapi juga para perangkat pertandingan dan kru yang akan bertugas. Jadi, sistem ini bisa dirasakan semua pihak yang terlibat,” kata Dave.
Sebagai platform kompetisi olahraga kampus pertama di Indonesia, Campus League hadir bukan sekadar sebagai penyelenggara event olahraga.
Kompetisi ini dibangun sebagai ekosistem olahraga kampus yang terstruktur dengan visi jangka panjang.
Mengusung konsep pengembangan liga seperti NCAA di Amerika Serikat, Campus League berupaya menciptakan wadah bagi mahasiswa untuk bertanding, berkolaborasi, sekaligus berkembang dalam atmosfer kompetitif yang inklusif dan profesional.
Editor: Erwin