Ketua Askab PSSI Kukar Thauhid Afrilian Noor menjelaskan, kongres ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi serta meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola di daerah.
“Bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi titik evaluasi dan penentuan arah baru bagi sepak bola Kukar. Kami ingin memastikan seluruh program berjalan lebih terstruktur, transparan, dan berdampak nyata bagi perkembangan klub serta pembinaan usia muda,” kata Thauhid, sapaan akrabnya, kepada Korankaltim.com, Jumat (1/5/2026).
Seluruh peserta diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam setiap pembahasan, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kemajuan sepak bola di Kutai Kartanegara.
“Kami mengajak seluruh anggota untuk berkontribusi secara konstruktif. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis sepak bola Kukar mampu bersaing dan berkembang lebih baik di tingkat regional maupun nasional,” ujar Thauhid lagi.
Agenda kongres diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PSSI dan pembacaan doa. Acara pembukaan akan diisi sambutan dari Ketua Umum PSSI Kukar, Ketua Umum PSSI Kalimantan Timur, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar yang sekaligus membuka secara resmi jalannya kongres.
Setelahnya ada sidang pleno I pada pagi hari dan sidang pleno II siang hari. Agenda ini akan dilanjutkan dengan pandangan umum peserta, jawaban pengurus, hingga persetujuan laporan.
Sementara sidang pleno III akan membahas rencana program kerja tahun 2026. Dalam sesi ini, pengurus akan memaparkan rencana strategis, yang kemudian dibahas bersama peserta sebelum akhirnya disahkan sebagai pedoman organisasi ke depan.
Editor: Aspian Nur