Kepala Dispora Kubar, Gamas Laden menjelaskan, usulan pembangunan kolam renang sebenarnya sudah muncul sejak 2018 namun taka da kelanjutan. Kini setelah dirinya mulai bertugas pada 2021, usulan tersebut kembali didorong agar dapat direalisasikan.
Dispora beberapa kali diundang Dinas Pekerjaan Umum Kubar untuk membahas redesign atau penyesuaian ulang perencanaan awal karena desain lama perlu diperbarui mengingat adanya perubahan harga material serta kebutuhan fasilitas saat ini.
“Lokasi yang direncanakan berada di belakang GOR Desnan. Informasinya pembangunan akan dilakukan secara multiyears atau bertahap, karena lahannya juga perlu dimatangkan terlebih dahulu,” lata Gamas kepada Korankaltim.com, Rabu (29/4/2026).
Konsep awal kolam renang sempat dirancang dengan model indoor atau tertutup namun opsi tersebut dinilai membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, terutama untuk penerangan dan perawatan.
Karena itu pemkab mempertimbangkan desain semi terbuka atau terbuka agar lebih efisien. Dengan konsep tersebut, fasilitas dapat memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari sehingga menekan biaya operasional.
Selain untuk kepentingan olahraga prestasi, kolam renang itu juga dirancang agar dapat dimanfaatkan masyarakat umum dan memiliki nilai ekonomi. Menurut Gamas, pengelolaan fasilitas harus dipikirkan sejak awal agar tidak hanya mampu dibangun, tetapi juga terawat dalam jangka panjang.
“Kalau bisa dimanfaatkan masyarakat umum, termasuk kegiatan komersial tertentu, tentu dapat membantu pemasukan daerah atau PAD untuk biaya perawatan,” katanya.
Pembangunan kolam renang menjadi bagian dari kesiapan Kubar apabila mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Porprov setelah Kabupaten Paser. Selain venue akuatik, Kubar juga masih membutuhkan sejumlah fasilitas olahraga lain.
Selain venue akuatik, Kubar juga masih membutuhkan sejumlah sarana olahraga lain, seperti gedung bela diri dan gedung senam.
Meski sementara ini beberapa cabang olahraga masih memanfaatkan fasilitas yang ada, ke depan daerah dinilai perlu memiliki venue sendiri agar pembinaan atlet berjalan lebih maksimal.
Editor: Aspian Nur