Setelah tiga nama yaitu Rusman Ya’qub, Anderiy Syachrum dan Jawad Siradjuddin, satu orang lagi menyatakan kesiapannya untuk bersaing dengan calon yang sudah ada, yaitu M Ikhsan Hattu yang menyatakan siap membawa gagasan besar menuju era keemasan olahraga dan sport tourism Kaltim.
Ikhsan bukan sosok baru di dunia olahraga. Ia pernah menjabat satu periode sebagai Ketua Umum Kick Boxing Kutai Kartanegara, saat ini menjabat Ketua Umum Jujitsu dua periode dan masih mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum KONI Kutai Kartanegara dua periode.
Dengan latar belakang panjang di dunia olahraga, Ikhsan hadir menawarkan visi transformasi menyeluruh dalam pengelolaan organisasi olahraga dan menekankan pentingnya profesionalisme, transparansi, serta pembinaan atlet berbasis ilmu pengetahuan modern.
“Sudah saatnya olahraga Kaltim dikelola secara profesional, terukur, dan berorientasi prestasi jangka panjang,” katanya kepada Korankaltim.com, Rabu (1/4/2026).
Dalam visi besarnya, Ikhsan menargetkan terwujudnya KONI yang solid, mandiri, profesional, dan berprestasi. Ia juga ingin menjadikan Kalimantan Timur sebagai pusat pembinaan olahraga unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Sejumlah misi strategis pun disiapkan, mulai dari pembenahan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel sesuai AD/ART, hingga penguatan sistem pembinaan atlet berbasis sport science.
Pembinaan usia dini menjadi kunci utama untuk mencetak atlet berprestasi secara berkelanjutan. “Prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang konsisten, berbasis data dan didukung ilmu pengetahuan olahraga,” tegasnya.
Tak hanya aspek manajerial, Ikhsan juga menaruh perhatian pada penyediaan sarana dan prasarana olahraga yang layak. Ia menilai fasilitas yang memadai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas latihan atlet.
Selain itu, kesejahteraan atlet dan pelaku olahraga juga menjadi prioritas. Ia berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia olahraga sekaligus memastikan atlet mendapatkan perhatian yang layak. “Jika atlet sejahtera dan didukung penuh, mereka akan fokus berprestasi dan membawa nama daerah,” katanya.
Ikhsan juga menekankan pentingnya sinergi antar cabang olahraga (cabor). Ia ingin membangun kolaborasi yang kuat guna menciptakan ekosistem olahraga yang kompetitif dan harmonis. Melalui sinergi tersebut, diharapkan setiap cabor mampu berkembang dan berkontribusi dalam mendongkrak prestasi daerah.
Pengalaman mengurus olahraga ersebut menjadi modal penting dalam memahami dinamika organisasi dan kebutuhan atlet di daerah dan Ikhsan menilai potensi besar Kaltim dalam mengembangkan sport tourism sebagai bagian dari kemajuan olahraga dan ekonomi daerah.
Dengan pengelolaan yang tepat, event olahraga tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Dengan visi dan misi tersebut, Ikhsan optimistis dapat membawa perubahan positif sekaligus mengantarkan olahraga Kalimantan Timur menuju masa kejayaan di tingkat nasional.
“Olahraga bisa menjadi wajah baru daerah. Kita ingin Kaltim dikenal tidak hanya karena sumber daya alam, tetapi juga karena prestasi dan event olahraga berkelas,” pungkas Ikhsan.
Editor: Aspian Nur