Menurutnya, pentingnya figur yang benar-benar memahami dunia olahraga serta memiliki komitmen kuat dalam pembinaan atlet karena ketua KONI bukan sekadar jabatan administratif, melainkan sosok “orangtua” bagi seluruh cabang olahraga (cabor).
Karena itu pemimpin yang terpilih harus mampu mengayomi seluruh cabor tanpa terkecuali serta memahami aspek pembinaan prestasi dan manajemen olahraga secara menyeluruh.
“Ketua KONI itu harus mencintai olahraga, memahami bagaimana pembinaan prestasi berjalan, serta memiliki kemampuan manajerial yang baik. Kalau tidak, tentu akan berdampak pada perkembangan olahraga di daerah,” kata Reza kepada Korankaltim.com Selasa (31/3/2026).
Dalam proses pemilihan ditegaskannya tidak seharusnya ada intervensi dari pihak manapun. Independensi dalam menentukan pemimpin olahraga sangat penting agar KONI dapat berjalan secara profesional dan fokus pada peningkatan prestasi.
Capaian Kaltim pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut yang dinilai belum memenuhi target diharapkan Reza tak terulang dan ketua yang baru nantinya mampu membawa Benua Etam kembali bersaing di papan atas, bahkan menargetkan masuk tiga besar hingga meraih juara umum di masa mendatang.
“Kami berharap Kaltim bisa kembali berjaya. Ini tentu membutuhkan kerja sama seluruh cabor, pembinaan atlet yang berkelanjutan, serta manajemen yang solid,” tegas Reza.
Dalam hal dukungan terhadap calon Ketua KONI, Reza menegaskan jika Percasi Kaltim bersikap netral, meski sudah sering mendengar nama calon yang ada. Mereka tidak memberikan dukungan kepada nama tertentu, melainkan akan melihat visi, misi serta komitmen masing-masing kandidat dalam memajukan olahraga di Kaltim.
“Kami tidak ada intervensi untuk mendukung calon tertentu. Siapa pun yang memiliki komitmen jelas untuk membangun olahraga Kaltim, itu yang layak didukung,” ungkapnya.
Dirinya juga mengingatkan agar dunia olahraga tidak dicampuri oleh kepentingan politik. Profesionalisme harus menjadi landasan utama dalam pengelolaan organisasi olahraga. “Olahraga tidak boleh dicampuri kepentingan politik. Ini harus menjadi fokus bersama agar prestasi bisa tercapai secara maksimal,” tutup Reza.
Editor: Aspian Nur