Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan teknis yang matang, terutama terkait kalender olahraga nasional serta beban kerja atlet.
Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menegaskan bahwa penundaan pelaksanaan ke tahun 2027 bukan opsi yang tepat. Pasalnya, waktu tersebut bertepatan dengan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.
“Jika Porprov dipaksakan di tahun yang sama, fokus atlet akan pecah, dan risiko cedera meningkat tajam akibat jadwal kompetisi yang terlalu padat,” kata Rusdi, Minggu (28/3/2026).
Lanjutnya, di tahun 2026–2027 dipadati berbagai agenda olahraga, selain benturan dengan BK PON juga adanya ajang regional seperti Sukan Borneo.
Penyelenggaraan pada November 2026 dinilai sebagai momentum ideal (golden window) untuk menjaring atlet-atlet potensial yang akan diproyeksikan masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) jangka panjang menuju target prestasi nasional.
KONI Kaltim mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Paser sebagai tuan rumah. KONI juga mengajak seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) serta KONI kabupaten/kota untuk memperkuat sinergi demi menyukseskan perhelatan olahraga terbesar di Benua Etam sesuai jadwal.
Editor: Erwin