Menurutnya, pencairan hibah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menjadi kunci agar roda organisasi tetap berjalan lancar.
Rusdi, sapaan akrabnya, menjelaskan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang dijadwalkan akhir Maret ini akan menentukan kelancaran sejumlah agenda penting KONI. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) untuk pemilihan ketua baru periode 2026–2030 dipastikan bisa terlaksana tepat waktu.
“Jika akhir Maret ini NPHD bisa dilaksanakan, kami optimistis paling lambat akhir April sudah bisa menggelar Musorprov untuk memilih ketua baru,” ujar Rusdi, Rabu (25/3/2026).
Percepatan pencairan dana hibah menjadi sangat penting, mengingat kondisi keuangan KONI Kaltim saat ini berada di titik terendah. Rusdi mengungkapkan, sejak 31 Desember 2025, sisa dana di rekening KONI sebesar Rp1,3 miliar telah dikembalikan ke kas daerah atas permintaan Dispora Kaltim.
“Jujur, kita sudah tidak punya dana lagi. Maka dari itu, kami sangat berharap bantuan ini segera cair agar Musorprov dan rangkaian pemilihan ketua baru bisa segera terlaksana,” imbuhnya.
Meski jadwal Musorprov belum ditetapkan secara resmi, beberapa nama mulai muncul sebagai kandidat potensial untuk menggantikan Rusdiansyah.
Anderiy Syachrum, dikabarkan sebagai kandidat terkuat, telah mendapat dukungan dari 9 KONI kabupaten/kota dan 35 Pengprov Cabang Olahraga (Cabor).
Rusman Yaqub – Ketua Pengprov Persatuan Billiard Indonesia (PBI) Kaltim, dikenal juga sebagai tokoh politik senior di Benua Etam.
Terakhir, Sirajuddin (Haji Jawad) selaku Ketua Pengprov Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Kaltim juga muncul sebagai penantang potensial.
Editor: Erwin