Kepastian tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi pengurus dan atlet soft tennis di Kaltim. Sebelumnya sempat muncul ketidakpastian terkait status cabang olahraga tersebut di ajang olahraga nasional empat tahunan itu.
Ketua Pesti Kaltim, Fransisca Christine Sinulingga, menegaskan kepastian tersebut akan menjadi dorongan tambahan bagi pihaknya untuk meningkatkan program pembinaan atlet secara lebih terarah.
“Kami sangat bersyukur karena akhirnya soft tennis dipastikan tetap dipertandingkan di PON 2028. Kepastian ini semakin memotivasi kami untuk melanjutkan pembinaan atlet secara lebih serius agar bisa meraih prestasi terbaik saat PON nanti,” katanya, Minggu (15/3/2026).
Selain pembinaan atlet, Sisca juga menyinggung wacana perubahan jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke VIII yang rencananya digelar di Kabupaten Paser.
Pesti Kaltim berharap ajang olahraga tingkat provinsi itu tetap berlangsung sesuai jadwal semula. Pasalnya, jika pelaksanaannya ditunda hingga 2027, dikhawatirkan akan berdampak pada program persiapan atlet menuju PON 2028.
Menurut Sisca, pandangan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Rusdiansyah Aras, terkait berbagai pertimbangan jika Porprov ditunda patut menjadi bahan kajian bersama.
Dia menilai penumpukan agenda olahraga dalam satu tahun berpotensi memengaruhi kondisi atlet sekaligus membebani anggaran daerah.
Ia menjelaskan pada 2027 sejumlah agenda olahraga besar juga sudah menanti, termasuk Babak Kualifikasi PON. Jika Porprov turut digelar pada tahun yang sama, maka para atlet akan menghadapi jadwal kompetisi yang sangat padat.
“Pada 2027 ada Babak Kualifikasi PON yang tentu membutuhkan energi dan fokus atlet. Jika Porprov juga digelar pada tahun itu, sementara ada pula Popda serta event Sukan Borneo yang mana Kaltim menjadi tuan rumah, maka jadwalnya akan sangat padat,” jelasnya.
Selain berpotensi memengaruhi performa atlet, situasi tersebut juga dapat menimbulkan tekanan terhadap pembiayaan olahraga daerah karena beberapa agenda besar harus dibiayai dalam waktu yang hampir bersamaan.
Karena itu, Pesti Kaltim berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mempertimbangkan berbagai aspek secara matang agar agenda pembinaan olahraga di Kaltim tetap berjalan optimal menuju target prestasi pada PON 2028.
Editor: Erwin