Usai terpilih, Sabaruddin menegaskan langkah awal kepengurusannya akan difokuskan pada pembenahan struktur organisasi sebelum menjalankan berbagai program pembinaan olahraga takraw di daerah.
Usai ditetapkan sebagai ketua, pihaknya belum langsung membahas program kerja secara rinci tetapi prioritas utama saat ini memperbaiki dan melengkapi struktur kepengurusan organisasi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Menurutnya, dari total 10 kabupaten dan kota di Kaltim, masih terdapat dua daerah yang hingga kini belum memiliki kepengurusan cabang secara lengkap.
Hal tersebut menjadi perhatian utama agar seluruh daerah dapat terakomodasi dalam pembinaan sepak takraw secara menyeluruh.
“Setelah itu kami akan mengajukan penerbitan surat keputusan atau SK kepengurusan,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Selanjutnya, organisasi yang dipimpinnya akan membentuk berbagai bidang dan kompartemen yang akan menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.
Seluruh bidang tersebut nantinya akan bekerja secara paralel dalam mendukung pengembangan olahraga sepak takraw di Kaltim.
Terkait program kerja, Sabaruddin memastikan sejumlah agenda pengembangan sudah disiapkan. Namun, program tersebut baru akan dipaparkan secara resmi dalam rapat kerja perdana setelah kepengurusan terbentuk dan dilantik.
“Program sebenarnya sudah ada, tetapi akan kami sampaikan secara lengkap pada rapat kerja pertama nanti setelah pelantikan,” jelasnya.
Sementara itu, mengenai jadwal pelantikan pengurus baru, Sabaruddin menyebut pihaknya menargetkan kegiatan tersebut digelar setelah Hari Raya Idulfitri.
Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi selama bulan Ramadan yang dinilai kurang memungkinkan untuk melaksanakan agenda organisasi besar.
“Insyaallah setelah Lebaran baru kami rencanakan pelantikan, karena saat ini masih dalam suasana puasa,” pungkasnya.
Editor: Erwin