Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka menengah untuk menyiapkan atlet menghadapi kejuaraan antarpelajar tingkat nasional yang akan digelar di Bali pada Juli mendatang.
Ketua POSSI Samarinda, Agus Daryanto, menegaskan ajang di Pulau Dewata menjadi target utama dalam waktu dekat. Keikutsertaan dalam kompetisi tersebut dinilai penting untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus mengukur kesiapan atlet sebelum mengikuti agenda yang lebih besar.
Menurut Agus, tahun ini terdapat dua agenda kejuaraan nasional yang dapat diikuti, yakni di Bogor dan Bali. Namun, setelah melakukan evaluasi serta mempertimbangkan berbagai aspek teknis, POSSI Samarinda memutuskan memprioritaskan kejuaraan di Bali.
Keputusan tersebut diambil karena fasilitas yang tersedia dinilai lebih lengkap dan representatif. Venue di Bali menyediakan nomor pertandingan selam laut maupun kolam, sehingga atlet dapat mengikuti lebih banyak kategori lomba sekaligus menambah jam terbang bertanding.
“Di Bali fasilitasnya lengkap, ada nomor laut dan kolam. Itu menjadi pertimbangan utama kami,” ujarnya Selasa (3/2/2026).
Tak hanya sebagai ajang kompetisi rutin, kejuaraan antarpelajar ini juga menjadi bagian dari tahapan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Paser.
Sebelumnya, POSSI Samarinda telah meloloskan 11 atlet melalui Babak Kualifikasi (BK) Porprov. Agus berharap seluruh atlet yang telah lolos dapat diberangkatkan ke Bali.
Keikutsertaan dalam kejuaraan tersebut dianggap sebagai bagian dari periodesasi latihan sebelum memasuki fase persiapan khusus menjelang Porprov.
“Kami ingin semua atlet yang sudah lolos BK bisa turun bertanding. Ini bagian dari tahapan pembinaan sebelum masuk persiapan inti,” jelasnya.
Terkait kebutuhan anggaran, POSSI Samarinda berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan opsi alternatif jika bantuan belum terealisasi.
Agus menegaskan keberangkatan secara mandiri tetap menjadi pilihan terakhir demi menjaga konsistensi pembinaan dan partisipasi atlet dalam ajang nasional.
“Kami tentu berharap ada dukungan. Namun jika belum memungkinkan, kami siap berangkat secara mandiri seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Editor: Erwin