Pelatih karate SKOI Kaltim, Jalu Sharin Meliala, membeberkan bagaimana sistem latihan diterapkan kepada para atlet yang masih berstatus pelajar tersebut.
Jalu menjelaskan, pola latihan karate di SKOI Kaltim dilakukan dua kali dalam sehari, pagi dan sore. Secara umum, program latihan menggunakan pola lima kali sesi latihan dan satu kali sesi istirahat, dengan penyesuaian pada hari-hari tertentu.
“Dalam sehari kami latihan dua kali, pagi dan sore. Polanya lima kali sesi latihan dan satu kali rest. Pada hari ketiga biasanya hanya satu sesi latihan,” jelas Jalu.
Latihan tersebut berlangsung setiap hari Senin hingga Sabtu. Namun, pada hari Rabu sore, para atlet mendapatkan waktu rest aktif.
Rest aktif ini tidak berarti benar-benar berhenti beraktivitas, melainkan diisi dengan kegiatan ringan seperti permainan (fun games).
“Rest aktif ini untuk menghilangkan kepenatan dan membantu recovery supaya tidak terjadi kelelahan berlebihan,” tambahnya.
Menurut Jalu, materi latihan pagi dan sore tidak selalu sama. Semua disusun berdasarkan program periodisasi yang telah dirancang sebelumnya. Pada masa persiapan umum, latihan lebih difokuskan pada fisik dan penguatan basic teknik.
“Kalau masih persiapan umum, kita benahi fisik dan basic. Mendekati kompetisi, fisik kita maintenance, lalu lebih banyak ke teknik dan sparring,” ujarnya.
Meski demikian, program latihan di SKOI Kaltim tetap disesuaikan dengan kondisi atlet yang masih bersekolah.
Jalu menegaskan pihaknya menjaga agar beban latihan tidak mengganggu proses belajar di sekolah.
“Mereka ini masih pelajar. Kita jaga mood mereka dan tetap ada tuntutan akademik. Jangan sampai latihan berlebihan tapi pelajaran tidak jalan,” tegasnya.
Latihan pagi umumnya lebih terukur, sementara sesi sore dilakukan dengan intensitas lebih tinggi, meski tetap dalam batas yang terkontrol. Sebagai sekolah berasrama, aktivitas atlet karate SKOI Kaltim dimulai sejak pagi buta. Sekitar pukul 05.50 Wita, atlet sudah memasuki area latihan untuk briefing dan pemanasan.
Latihan inti dimulai paling lambat pukul 06.30 Wita, dengan materi berbeda setiap harinya, seperti kekuatan, kelincahan, dan daya tahan.
“Fisika juga kita bagi-bagi. Senin pagi apa, Selasa pagi apa, Rabu pagi apa, semua sudah terjadwal,” jelas Jalu.
Latihan pagi biasanya berlangsung hingga pukul 08.00 Wita, dilanjutkan dengan waktu untuk membersihkan diri, sarapan, dan persiapan sekolah. Para atlet kemudian mengikuti kegiatan belajar di sekolah mulai pukul 09.00 hingga 13.00 Wita.
Sesi latihan sore dilaksanakan setelah istirahat siang, dengan jadwal fleksibel antara pukul 15.00–18.00 Wita atau 16.00–18.00 WITA, tergantung program latihan hari tersebut.
Saat ini, jumlah atlet karate di SKOI Kaltim sebanyak 11 orang, terdiri dari siswa jenjang SMP hingga SMA, mulai dari kelas 7 hingga kelas 12. Meski berlatih dalam satu tempat yang sama, porsi latihan tidak disamaratakan.
“Volume latihan pasti berbeda. Kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak,” tutupnya.
Editor: Erwin