Langkah ini dilakukan untuk memastikan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dapat terlaksana dengan baik, meski dalam kondisi anggaran yang terbatas.
“Ini istilahnya pra-rakor, untuk menentukan kapan rencananya rakor utama. Mudah-mudahan bisa dilakukan di awal tahun, minimal di triwulan pertama, sehingga kita bisa membicarakan berbagai hal, termasuk soal Porprov,” jelas Faisal, Minggu (1/2/2026).
Lanjutnya, pihaknya tengah mengupayakan agar hibah anggaran Porprov dapat tetap tersalurkan meski dalam kondisi minimalis.
“Minimalis itu kemungkinan beberapa cabang olahraga (cabor) diadakan tidak hanya di Paser, tapi bisa juga di Balikpapan, Berau, atau Samarinda,” sebutnya.
“Kalau maksimal, ya full di Paser, tapi apakah kesiapan Paser sudah matang, itu pertanyaannya,” sambungnya.
Selain itu, Faisal menekankan pentingnya memastikan kesiapan anggaran dari kabupaten/kota peserta untuk mengikuti Porprov di Paser.
“Jangan sampai kita siap, tapi yang ikut hanya dua daerah, karena yang lain tidak menganggarkan atau tidak mampu. Kondisi ekonomi saat ini memang sedang turbulensi di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Faisal, bila kondisi belum memungkinkan, pihaknya lebih memilih bersabar, masih terdapat kemungkinan menyiapkan semuanya untuk awal 2027.
“Walaupun anggarannya mepet, itu masih oke. Setelah itu, kita segera membentuk tim, melakukan Training Camp (TC), menyusun konsep BK PON, dan selanjutnya baru sentralisasi menuju PON,” tuturnya.
Langkah ini kata Faisal, dinilai strategis untuk memastikan Porprov tetap berjalan lancar, meski menghadapi keterbatasan anggaran dan kesiapan daerah peserta.
Editor: Erwin