Agenda ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian prestasi, memperkuat soliditas organisasi, serta menyusun arah kebijakan dan program kerja menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara.
Ketua Pengprov IMI Kaltim, Narto Bulang, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota yang selama ini telah berkontribusi membesarkan IMI Kaltim.
“Tanpa dukungan sekretaris umum, para kabid, dan seluruh bidang roda dua, roda empat, hingga IMI Mobility, saya tidak mungkin bisa berjalan sendiri selama lima tahun ini,” ujar Narto.
Ia juga menegaskan berbagai prestasi yang telah diraih merupakan hasil kerja kolektif dan soliditas organisasi. Menurutnya, Kaltim telah menorehkan banyak capaian membanggakan di kancah nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Narto turut meluruskan isu terkait masa jabatan kepengurusan IMI Kaltim. Ia tegaskan Surat Keputusan (SK) kepengurusan masih berlaku hingga 2027.
“Ada yang bertanya kenapa IMI Kaltim masih menggelar raker, katanya SK habis 2026. Saya tegaskan SK kita habis 2027 karena ada perpanjangan dari Ketua Umum IMI Pusat. InsyaAllah, jika masih diberi umur, saya siap maju kembali,” tegasnya.
Terkait agenda kejuaraan, Narto menjelaskan sejumlah program roda dua dan roda empat baru dapat dilaksanakan setelah Ramadan, atau sekitar April 2026.
Dia berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta aparat kepolisian dalam hal perizinan dan pengamanan kegiatan otomotif.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menilai Rakerprov IMI Kaltim bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk menentukan masa depan prestasi olahraga otomotif di Benua Etam.
“Prestasi IMI Kaltim pada PON XXI 2024 di Aceh-Sumatera Utara (Sumut) yang berhasil meraih satu medali emas adalah bukti nyata bahwa atlet otomotif Kaltim memiliki mental juara dan mampu bersaing di level tertinggi nasional,” ujarnya.
Rusdi menekankan pentingnya menjadikan capaian tersebut sebagai fondasi untuk melangkah lebih jauh, khususnya dalam menghadapi PON 2028.
Ia mendorong IMI Kaltim menyusun program kerja yang terukur dan berkelanjutan, fokus pada pembinaan atlet usia dini, penguatan organisasi, serta pemanfaatan teknologi.
“Saya bangga, seluruh klub hadir, jumlahnya lebih dari 100. Ini bukti kebersamaan yang luar biasa. Target kita jelas, PON 2028 di Nusa Tenggara. Dengan sinergi IMI dan KONI, menambah perolehan medali emas bukan hal yang mustahil,” katanya.
Dukungan juga datang dari pemerintah melalui Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading.
Dia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerprov IMI Kaltim di awal tahun, yang dinilainya menunjukkan kesiapan dan keseriusan organisasi dalam merencanakan masa depan.
“Rapat kerja ini bukan rapat kerja kaleng-kaleng, tetapi momentum penting untuk menentukan arah kebijakan IMI Kaltim ke depan. Di bawah kepemimpinan Bung Narto Bulang, IMI terbukti solid dan mampu mempersembahkan medali emas,” ujarnya.
Rasman juga menekankan pentingnya memperbanyak kejuaraan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagai sarana pembinaan atlet.
Menurutnya, minimnya kejuaraan menjadi salah satu tantangan utama pengembangan prestasi otomotif di Kaltim.
“Jika kejuaraan rutin digelar, maka kompetisi akan lahir. Dari kompetisi itulah prestasi baru akan muncul, baik dari pembalap roda dua maupun roda empat,” tambahnya.
Melalui Rakerprov ini, IMI Kaltim diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai salah satu cabang olahraga andalan daerah sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional.
Editor: Erwin