Meski sempat beredar isu penundaan, ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut dipastikan tidak dibatalkan, melainkan hanya bergeser ke akhir tahun, tepatnya November 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading. Menurutnya, keputusan ini telah disampaikan secara resmi dalam rapat kerja KONI Kaltim sebelumnya.
“Pada Rakerpov KONI Kaltim kemarin sudah kami sampaikan bahwa Porprov tetap dilaksanakan tahun 2026, hanya kemungkinan di akhir tahun,” ujar Rasman, Jumat (16/1/2025).
Namun demikian, Rasman menjelaskan Dispora Kaltim masih akan menggelar rapat kerja Dispora se-Kaltim guna mematangkan kepastian pelaksanaan, khususnya terkait penganggaran dari kabupaten/kota.
“Jangan sampai kita sudah memutuskan, tetapi kemudian muncul turbulensi anggaran yang justru menghambat persiapan,” jelasnya.
Rapat kerja tersebut direncanakan berlangsung awal Februari 2026 dan diharapkan menjadi titik terang kepastian komitmen seluruh daerah peserta.
Menurut Rasman, keputusan ini sangat dinantikan oleh Dispora se-Kaltim karena tahapan kualifikasi Porprov telah berjalan.
Ia juga menegaskan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah pada prinsipnya telah menyatakan kesiapan.
“Pemprov, kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Paser, InshaAllah siap di bulan November 2026. Namun ada kekhawatiran jika tidak semua kabupaten/kota menganggarkan,” katanya.
Rasman menilai Porprov akan kehilangan makna jika hanya diikuti sebagian daerah, terlebih proses babak kualifikasi (BK) telah dilaksanakan. Selain itu, penetapan waktu November 2026 dinilai sebagai pilihan paling realistis.
“Kalau ditunda ke tahun 2027, itu akan berbenturan dengan agenda BK PON. Hal tersebut sangat mengganggu ritme pembinaan dan jenjang prestasi olahraga berikutnya,” tegasnya.
Terkait kesiapan venue, Rasman mengungkapkan laporan sementara dari Dispora setempat menunjukkan kesiapan sekitar 80 persen. Meski demikian, tidak seluruh cabor dapat digelar di Kabupaten Paser karena keterbatasan fasilitas dan akomodasi.
“Untuk cabor yang belum memiliki venue di Paser, pelaksanaannya bisa dialihkan ke daerah lain seperti Penajam Paser Utara (PPU), Samarinda, atau Balikpapan, tergantung ketersediaan venue,” jelasnya.
Ia menekankan pelaksanaan Porprov tidak boleh bersifat kaku dan harus fleksibel menyesuaikan kondisi daerah, demi kelancaran dan kualitas penyelenggaraan. Dengan rencana rapat kerja lintas Dispora dalam waktu dekat, Pemprov Kaltim berharap seluruh kabupaten/kota dapat menyepakati komitmen bersama. Hal tersebut agar Porprov Kaltim 2026 dapat terlaksana optimal sebagai ajang pembinaan dan peningkatan prestasi atlet daerah.
Editor: Erwin