Cabang olahraga ini secara resmi ditetapkan sebagai cabor ke-64 yang akan dipertandingkan, setelah pengesahan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim.
Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kaltim, Alexander Sumarno, menyambut baik keputusan tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga barongsai akhirnya masuk dalam daftar cabang olahraga resmi Porprov.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung. Terutama kepada Kabupaten Paser sebagai tuan rumah dan KONI Kaltim yang memberikan kepercayaan kepada barongsai untuk dipertandingkan di Porprov nanti,” ujar Alexander saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).
Alexander menjelaskan, dari sisi kesiapan atlet, FOBI Kaltim berada dalam kondisi yang cukup matang. Hampir seluruh kabupaten dan kota di Kaltim telah memiliki atlet barongsai dengan pembinaan yang berjalan secara berkesinambungan.
Hal tersebut tercermin dari keterlibatan seluruh pengurus cabang daerah dalam seleksi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang digelar pada November 2025 lalu.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa aspek teknis yang perlu disempurnakan, salah satunya terkait sarana dan prasarana pertandingan.
Namun untuk persoalan venue, FOBI Kaltim memilih memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan oleh panitia dan tuan rumah Porprov.
“Tentu masih ada beberapa hal yang perlu kami benahi, terutama menyangkut venue pertandingan. Tetapi untuk itu, kami akan menyesuaikan dengan fasilitas yang telah disediakan oleh tuan rumah,” jelasnya.
Terkait kewajiban pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) bagi cabang olahraga Porprov, Alexander menyebutkan bahwa FOBI Kaltim tidak menggelar BK secara khusus. Hal ini dikarenakan penetapan barongsai sebagai cabor Porprov dilakukan dalam waktu yang relatif dekat dengan pelaksanaan event.
Sebagai solusi, FOBI Kaltim akan menggunakan hasil Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang sekaligus menjadi ajang seleksi Kejurnas di Bali pada akhir November 2025 sebagai acuan penentuan peserta Porprov.
“Memang saat itu bukan BK, tetapi semua daerah ikut ambil bagian. Dari kejuaraan tersebut ada enam daerah yang berhasil meraih medali, dan merekalah yang nantinya akan kami tetapkan sebagai peserta Porprov,” terang Alexander.
Untuk nomor pertandingan, FOBI Kaltim juga akan mengadopsi nomor yang sama seperti pada seleksi Kejurnas, yakni terdiri dari tiga kategori naga dan enam nomor barongsai.
Dengan masuknya barongsai sebagai cabang olahraga resmi Porprov, FOBI Kaltim berharap olahraga ini semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.
Menurut Alexander, barongsai memiliki keunggulan tersendiri karena mengandung unsur hiburan yang kuat, sehingga mudah menarik perhatian publik, khususnya generasi muda.
“Barongsai ini memiliki nilai hiburan yang tinggi dan sangat disukai masyarakat, terutama anak-anak. Harapannya, dengan semakin dikenal luas, kami akan lebih mudah menjaring dan merekrut atlet-atlet muda potensial ke depannya,” pungkasnya.
Editor: Erwin