Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menegaskan bahwa olahraga tidak sekadar soal menang atau kalah, tetapi menyangkut martabat, harga diri, dan identitas daerah di kancah nasional.
“Bagi Kaltim, olahraga adalah simbol kekuatan Benua Etam. Kita tidak lagi bicara soal partisipasi, tetapi prestasi. Target tiga besar PON 2028 adalah visi besar yang realistis jika kita bergerak dalam satu komando,” kata Rusdi, Senin (5/1/2025).
Untuk mewujudkan target tersebut, KONI Kaltim telah menyusun Blue Print (Cetak Biru) pembinaan prestasi yang terukur dan berjenjang. Persiapan, menurut Rusdiansyah, tidak dimulai di masa depan, melainkan sudah berjalan sejak sekarang.
Road map menuju PON 2028 tersebut meliputi beberapa tahapan strategis, yakni seleksi daerah melalui BK Porprov, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, BK PON 2027.
Tahap awal dilakukan melalui Babak Kualifikasi (BK) Porprov sebagai pintu penyaringan atlet potensial dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.
Porprov menjadi ajang evaluasi pembinaan daerah sekaligus potret kekuatan kontingen Kaltim sebelum melangkah ke tingkat nasional.
Tahun 2027 menjadi fase krusial. Fokus utama adalah meloloskan sebanyak mungkin atlet dengan kualitas Grade A, sehingga Kaltim tidak hanya lolos PON, tetapi masuk sebagai unggulan. Seluruh tahapan bermuara pada PON 2028 dengan target tegas, yakni tiga besar nasional.
Rusdiansyah menekankan dunia olahraga modern tidak lagi bisa mengandalkan bakat semata. Oleh karena itu, penerapan sport science menjadi elemen penting dalam strategi KONI Kaltim.
Pola latihan, asupan nutrisi, manajemen cedera, hingga pemulihan atlet akan berbasis data dan ilmu pengetahuan agar atlet mencapai peak performance tepat saat PON 2028 berlangsung.
Namun demikian, ia menegaskan teknologi dan anggaran bukan faktor utama. “Kunci keberhasilan adalah soliditas. KONI ibarat kapal besar. Pengurus, pelatih, dan atlet harus berada dalam satu arah dan satu komando agar kapal ini tetap kokoh menghadapi dinamika olahraga nasional,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rusdiansyah juga menyinggung pentingnya keberlanjutan pembinaan dan transisi kepemimpinan yang mulus di tubuh KONI Kaltim.
Dia berharap fondasi menuju prestasi tiga besar dapat menjadi legacy bagi kepengurusan berikutnya, sehingga program pembinaan tidak terputus akibat perubahan struktural.
Dukungan penuh dari Pemprov Kaltim, di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, menjadi modal penting dalam mewujudkan target tersebut.
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan pengelolaan anggaran yang efektif, Rusdiansyah optimistis Kaltim dapat kembali menjadi kiblat olahraga di luar Pulau Jawa.
“Mari kita rapatkan barisan. Masa depan emas olahraga Kaltim bukan milik siapa-siapa, tetapi milik kita semua yang berani bermimpi besar dan bekerja keras untuk mewujudkannya,” pungkasnya.
Editor: Erwin