Pramono menilai Jakarta memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai sehingga penyelenggaraan PON tidak memerlukan pembangunan fasilitas baru.
Menurutnya, kesiapan infrastruktur ibu kota juga memungkinkan Jakarta memfasilitasi berbagai agenda nasional yang sulit dilaksanakan di daerah lain.
Ia mengaku telah menyampaikan langsung kepada Menteri Pemuda dan Olahraga terkait usulan tersebut. Dengan fasilitas yang sudah tersedia, Jakarta dinilai mampu menggelar PON secara efisien tanpa anggaran pembangunan besar.
Pramono berharap penyelenggaraan kegiatan nasional, termasuk PON, dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional serta mendapat dukungan penuh dari seluruh pemangku kebijakan.
Menanggapi wacana tersebut, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Rusdiansyah Aras mengaku belum yakin PON 2028 akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu mengingat hingga kini keputusan resmi dari presiden terkait penetapan tuan rumah belum diterbitkan. Rusdiansyah menilai peluang pemindahan lokasi PON ke Jakarta cukup besar.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dan bersiap menghadapi kemungkinan tersebut,” kata Rusdi, Senin (29/12/2025).
Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan pesan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) agar KONI Kaltim tetap bekerja maksimal meskipun dengan keterbatasan anggaran.
Menurutnya, sekecil apa pun dukungan dana yang diberikan, semangat untuk membina atlet dan meraih prestasi pada PON mendatang harus tetap dijaga.
Editor: Erwin