Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PP KORI) Kaltim yang dirangkai dengan materi cedera olahraga, doping, dan psikologi olahraga, di Aula Pusdiklat Dispora Kaltim, Sabtu (27/12/2025).
Dalam sambutannya, Rusdi menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat fondasi pembinaan olahraga prestasi di Kaltim.
“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi disertai aksi nyata berupa pelatihan yang sangat dibutuhkan atlet dan pelatih kita,” ujarnya.
Rusdi secara khusus menyampaikan apresiasi kepada jajaran PP KORI Kaltim atas inisiatif menyelenggarakan pelatihan yang mencakup penanganan cedera olahraga, edukasi doping, serta psikologi olahraga.
Menurutnya, ketiga aspek tersebut merupakan pilar penting dalam sport science yang harus mendampingi atlet sejak proses latihan hingga kompetisi.
“Kadang kita hanya fokus pada latihan fisik. Padahal sport science itu adalah ilmu keolahragaan yang sangat menentukan keberlanjutan prestasi atlet, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kontribusi Kaltim pada ajang SEA Games sebelumnya yang berhasil menyumbangkan tiga medali emas, delapan perak, dan sepuluh perunggu untuk Indonesia. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pendekatan ilmiah dalam olahraga harus terus diperkuat.
Lebih lanjut, Rusdi mengingatkan penanganan cedera olahraga yang keliru dapat mengakhiri karier atlet, sehingga dibutuhkan tenaga medis dan pelatih yang memahami mitigasi serta rehabilitasi secara tepat.
Selain itu, literasi mengenai doping dinilai sangat krusial agar atlet tidak kehilangan prestasi dan nama baik daerah akibat ketidaktahuan terhadap zat terlarang.
“Di level kompetisi yang ketat, yang menang bukan hanya atlet yang kuat fisiknya, tetapi juga yang tangguh secara mental. Psikologi olahraga menjadi kunci ketenangan dan fokus saat bertanding,” tegasnya.
Kepada seluruh peserta pelatihan, Rusdi meminta agar kesempatan ini dimanfaatkan secara maksimal dengan menyerap ilmu dari para narasumber dan mengimplementasikannya di cabor masing-masing.
Ia mengingatkan target besar telah dicanangkan oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yakni menembus tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, ia mengajak seluruh insan olahraga di Kaltim untuk tetap optimistis dan solid dalam mengantarkan atlet meraih prestasi terbaik.
“Sekecil apa pun anggaran yang diberikan, kita harus tetap optimis. Dengan kerja keras, kolaborasi, dan pendekatan sport science yang tepat, atlet Kaltim mampu menjadi juara,” pungkasnya.
Editor: Erwin