Dibalik besarnya nominal bonus yang diterima, Cabor Layar masih berharap adanya pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan dari pemerintah daerah.
Ketua Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltim, Teddy Nanang Abay mengatakan besaran bonus yang diterima sejatinya bersifat relatif.
Namun, yang paling penting bagi insan olahraga layar adalah adanya pengakuan dan penghargaan atas kerja keras yang dilakukan dalam berbagai keterbatasan.
Menurutnya, olahraga layar merupakan cabang nonkomersial dan amatir, sehingga dukungan dari pemerintah menjadi faktor penting untuk menjaga semangat dan motivasi atlet.
“Olahraga layar ini melekat dengan apresiasi pemerintah, karena sifatnya nonkomersial. Jadi harus ada sisi lain yang memberi motivasi agar atlet terus berprestasi,” ujarnya.
Baginya, apresiasi tersebut sudah sangat luar biasa dan menjadi penyemangat untuk menatap prestasi ke depan. Namun, Teddy menegaskan prestasi tetap menjadi prioritas utama.
“Prestasi dulu, penghargaan ikut. Tanpa prestasi, tidak mungkin ada penghargaan,” tegasnya.
Lebih jauh, Teddy mendorong agar pembinaan olahraga di daerah, khususnya di Kabupaten Berau, memiliki peta jalan atau road map yang jelas.
Menurutnya, setiap cabang olahraga seharusnya dipetakan secara detail, mulai dari kelebihan, kekurangan, hingga kendala yang dihadapi. Dengan demikian, pembinaan dapat dilakukan secara terukur dan tidak terputus.
“Olahraga itu harusnya dimapping, dibuatkan route map. Apa kendalanya, apa lebihnya, apa kurangnya. Itu menjadi langkah untuk mempersiapkan prestasi,” jelasnya.
Ia mencontohkan, cabor layar yang telah memiliki road map pembinaan yang jelas. Hal tersebut, kata Teddy, menjadi kunci keberhasilan hingga mampu mempertahankan prestasi selama puluhan tahun.
“Alhamdulillah, sudah 25 tahun kita juara umum. Itu karena route map pembinaan kita sudah lebih matang,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyinggung perbandingan dengan daerah lain yang memiliki sumber daya lebih besar, namun belum tentu mampu berprestasi maksimal karena pembinaan yang tidak berkesinambungan.
Menurutnya, pembinaan yang terputus-putus akan berdampak langsung pada penurunan prestasi atlet.
Ke depan, ia berharap tidak semua cabang olahraga diperlakukan sama tanpa prioritas. Pemerintah daerah dinilai perlu menentukan cabor unggulan yang sesuai dengan potensi daerah.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, bertahap dan berbasis potensi daerah, Teddy optimistis prestasi olahraga Berau dapat terus meningkat dan menjadi kebanggaan daerah di masa mendatang.
“Berau punya laut yang bagus untuk layar, ada tebing untuk panjat tebing, sungai untuk arung jeram. Harusnya fasilitas-fasilitas ini ditingkatkan,” tutupnya.
Editor: Erwin