Momen itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam hidup sang ibu, yang selama ini setia mendampingi perjalanan putranya hingga menjadi atlet berprestasi.
Ibu sang atlet, Nurlina, mengaku masih sulit percaya bahwa putranya mampu menapaki prestasi setinggi ini. Sejak kecil, Muhammad Farrel dikenal sangat gemar bermain bola. Ia kerap berlatih di lapangan dekat rumah, sering pulang dengan pakaian penuh lumpur. Namun kegigihan, disiplin, dan semangatnya kini berbuah manis.
“Saya sangat bangga dan terharu. Perjuangan dan kerja kerasnya akhirnya terbayar. Ini bukan hanya kemenangan untuk dirinya, tapi untuk keluarga dan sekolahnya,” ujar sang ibu asal Kecamatan Muara Kaman ini dengan mata berkaca-kaca kepada Korankaltim.com, Minggu (30/11/2025).
Ia mengungkapkan perjalanan sang putra tidak selalu mudah. Selain harus membagi waktu antara sekolah dan latihan, ia juga harus menyesuaikan diri dengan berbagai tekanan kompetisi. Namun dukungan keluarga, pelatih, dan teman-teman membuatnya terus melangkah.
Keberhasilan meraih emas di Popda menjadi bukti konsistensi dan kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Capaian ini juga membuka peluang bagi Farrel yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Muara Kaman ini untuk melanjutkan karier sebagai atlet sepak bola yang lebih profesional di masa depan.
“Saya berharap dia tidak cepat puas. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik. Yang paling penting, dia tetap rendah hati dan terus belajar,” tambah Nurlina
Prestasi emas ini disambut hangat oleh pihak sekolah, pelatih, serta masyarakat sekitar. Banyak yang turut memberikan ucapan selamat dan dukungan atas keberhasilan Farrel mengharumkan nama daerah.
Ajang Popda tahun ini menjadi panggung pembuktian bagi banyak atlet muda berbakat, dan kisah perjuangan Muhammad Farrel menjadi inspirasi bagi para pelajar lainnya di Kukar.
Editor: Erwin