Tinggal dua hari lagi, pada 27 November, pesta olahraga multi event tingkat pelajar dua tahunan itu akan berakhir dan tuan rumah sampai sejauh ini menempati posisi kelima klasemen sementara perolehan medali.
Empat medali emas diraih PPU dari cabang olahraga tinju yang membuat Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir (Ketum Pengprov Pertina) PPU Darmawan merasa bersyukur sekaligus bangga.
"Alhamdulillah untuk cabor tinju kegiatannya lancar dan semua petinju bertarung dengan sportif, PPU menempati posisi kedua. Ini merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih dan seluruh tim pendukung,” kata Darmawan kepada Korankaltim.com Selasa (25/11/2025).
PPU kalah dari Samarinda yang jadi juara umum di cabang olahraga adu pukul ini sehingga menempati posisi kedua dan hal itu bisa dimaklumi karena tim tinju Samarinda memiliki fasilitas latihan yang jauh lebih memadai.
"Samarinda lebih full fasilitas sehingga atletnya bagus semua. Dari 8 atlet yang masuk final, cuma 4 yang dapat emas," ungkap Darmawan.
Antusiasme masyarakat untuk pertandingan tinju sangat tinggi. Penonton memadati area pertandingan setiap hari, menciptakan atmosfer kompetisi yang meriah dan penuh energi.
"Tinju paling rame penontonnya setiap hari, semoga ini bisa meningkatkan minat pelajar untuk ikut berlatih dan menjadi atlet tinju yang berprestasi," kata Darmawan penuh harap.
Perjalanan para petinju dari kabupaten berjulukan Benuo Taka itu tidak berhenti hanya di Popda, mereka akan kembali berlatih untuk menghadapi agenda besar berikutnya.
"Ajang terdekat kami adalah Babak Kualifikasi Porprov tahun depan di Samarinda. Semoga atlet-atlet yang sudah bertanding bisa bertanding lagi, jam terbangnya bertambah, dan bisa membawa nama baik Penajam," tuntas Darmawan.
Petinju PPU Peraih Medali di Popda XVII/2025
EMAS:
- Yulia Gracia Ambarita
- Andi Muzaffirah Tentri Pada
- Firmansyah
- Caesar Kadhafi
PERAK:
- Nurin Najwati
- Kevin Heri Pratama
- Aji Muhammad Ghiya
- M Alfian Egy
- Muhammad Al Firmansyah
PERUNGGU:
- Naila Adawiyah Rahman
- Nabila Zavyra
- Andi Khufaerah Nur Afeefa
- Hotmauly Butar-Butar
- Betran Sakti Ambarita
Editor: Aspian Nur