Prosesi pelepasan berlangsung di Halaman Kantor KONI Kaltim, Rabu (19/11/2025), dipimpin langsung Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras.
Pelatih FOBI Kaltim, Handy Susandi, mengungkapkan bahwa persiapan menuju Kejurnas telah berlangsung maksimal.
Skuat Kaltim menjalani latihan bersama selama tiga bulan terakhir untuk membangun kekompakan serta peningkatan teknik dan fisik.
“Untuk persiapan Kejurnas kali ini, kami sudah latihan paling maksimal. Sekarang tinggal pembuktian di ajang perlombaan,” ujarnya.
Atlet yang dibawa merupakan kombinasi dari berbagai daerah, terutama Kutai Timur (Kutim), Bontang, dan Samarinda. Meski berasal dari daerah berbeda, Handy memastikan seluruh atlet telah menyatu dan siap tampil solid.
“Dengan persiapan beberapa bulan ini, mereka sudah cukup kompak. Total ada 18 atlet dan sekitar 22 orang termasuk official,” tambahnya.
FOBI Kaltim akan turun di sembilan nomor pertandingan. Beberapa atlet bahkan ditugaskan tampil di lebih dari satu kategori karena kemampuan fisik dianggap memadai.
Untuk nomor unggulan, Handy menyebut ketangkasan Barongsai menjadi tumpuan utama. “Di Barongsai kita kuat di nomor ketangkasan. Kalau di Naga, kami masih mencoba di tiga kategori karena ini relatif baru untuk kami,” jelasnya.
Handy juga mengonfirmasi adanya beberapa atlet eks-PON yang kembali memperkuat tim, meski komposisi saat ini lebih beragam. Menilik peta kekuatan lawan, ia menyebut Aceh sebagai salah satu pesaing kuat, terutama berdasarkan hasil PON sebelumnya.
Sementara pada kategori tradisional, tuan rumah Bali diperkirakan menjadi unggulan. Target realistis pun dipasang, minimal empat hingga lima medali dari sembilan nomor.
Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh atlet dan pelatih.
Ia menegaskan Barongsai bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan olahraga yang menggabungkan disiplin, kekuatan, dan filosofi ketepatan gerak.
“Barongsai adalah perpaduan antara keindahan gerak, disiplin tinggi, dan kekuatan fisik. Nilai-nilai ini sejalan dengan filosofi olahraga yang kita junjung,” ujar Rusdiansyah.
Dia menekankan agar seluruh atlet menjaga nama baik daerah, menjunjung sportivitas, dan menampilkan sikap terpuji selama bertanding.
“Jaga kehormatan Kaltim. Tunjukkan bahwa atlet Kaltim bermental juara. Fokus dan yakin, jangan ragu dengan kemampuan kalian,” tegasnya.
Rusdiansyah turut menyoroti pentingnya kekompakan dalam cabang olahraga tim seperti Barongsai. “Soliditas adalah kunci. Kekompakan di dalam dan di luar arena akan menentukan hasil akhir,” pesannya.
Editor: Erwin