Keputusan itu ditetapkan dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) TI Kaltim yang berlangsung di Hotel Diamond, Samarinda, Rabu (12/11/2025).
Hasanuddin menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin cabang olahraga (cabor) yang masuk dalam olympic dan memiliki reputasi internasional tersebut.
Ia mengaku siap memikul tanggung jawab besar untuk membangkitkan kembali kejayaan taekwondo di Bumi Etam.
“Taekwondo ini adalah organisasi dan cabang olahraga yang berskala olympic dan internasional. Saya melihat Kaltim punya prestasi, tetapi memang saat ini sedikit menurun,” katanya.
“Ini menjadi tugas kita bersama, termasuk saya yang mendapat amanah langsung dari Ketua Umum PB TI untuk membina kembali,” tambahnya.
Meski baru pertama kali memimpin cabor, Hasanuddin menegaskan dirinya akan bekerja maksimal untuk membawa taekwondo Kaltim berprestasi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
“Ini amanah dan tanggung jawab. Saya akan berupaya mengangkat taekwondo Kaltim lebih baik lagi, bukan hanya nasional tetapi juga ke level internasional,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ia juga menyinggung soal pentingnya dukungan pendanaan bagi pembinaan atlet. Hasanuddin menilai, pengembangan olahraga tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah, melainkan perlu sinergi dengan dunia usaha melalui program kemitraan.
“Kalau kita hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah saja, saya kira agak lambat. Maka salah satu cara adalah memanfaatkan peran para pengusaha di Kaltim untuk menjadi bapak angkat bagi atlet-atlet berprestasi,” jelasnya.
Menurutnya, skema dukungan tersebut bisa diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan seperti corporate social responsibility atau CSR.
Dengan adanya pembinaan berkelanjutan, atlet taekwondo Kaltim diharapkan dapat menembus Pelatnas bahkan berlatih di Korea Selatan, sebagai pusat taekwondo dunia.
“Ke depan, kita ingin atlet-atlet terbaik Kaltim bisa menembus Pelatnas, dan kalau sudah berprestasi di sana, kita kirim ke Korea agar levelnya internasional,” imbuhnya.
Ini bukan sekadar wacana kata pria yang akrab disapa Hamas itu , tapi rencana yang realistis. Apalagi banyak perusahaan besar yang punya CSR dan program pemberdayaan masyarakat.
“Kalau kita bisa tunjukkan prestasi, saya yakin pemerintah dan dunia usaha akan mendukung,” pungkasnya.
Editor: Erwin