Pembukaan berlangsung meriah dengan laga perdana yang mempertemukan Kecamatan Siluq Ngurai melawan Kecamatan Melak.
Turnamen tahunan ini menjadi ajang bergengsi yang selalu dinantikan masyarakat Kubar, khususnya para pecinta sepak bola. Tahun ini, seluruh 16 kecamatan di Kubar ambil bagian, dengan total 25 tim, terdiri dari 16 tim putra dan 9 tim putri, semuanya bersemangat membawa nama wilayah masing-masing.
Ketua Askab PSSI Kubar sekaligus Ketua Panitia, Teddy Rakhmat, mengatakan penyelenggaraan Bupati Cup 2025 menjadi bukti kuatnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga sepak bola di daerah.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah atas dukungan yang terus diberikan.
“Partisipasi tahun ini meningkat, terutama di tim putri yang diikuti sembilan kecamatan. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang selalu mendukung kegiatan PSSI, baik dari sisi fasilitas maupun pembinaan atlet,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Lanjutnya, Askab PSSI Kubar akan segera memulai training center (TC) bagi 25 atlet yang disiapkan menuju babak kualifikasi Porprov pada Desember mendatang. Ia berharap dukungan dan doa masyarakat agar tim sepak bola Kubar bisa lolos ke ajang tersebut.
Selain itu, panitia tahun ini mengusung tema “Dekati Sepak Bola, Jauhi Narkoba”, sebagai bentuk komitmen bersama dalam pembinaan generasi muda yang sehat dan berkarakter.
“Kami bekerja sama dengan BNK Kubar untuk melakukan tes kepada para pemain, bukan untuk menghukum, tapi sebagai edukasi tentang bahaya narkoba,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kubar, Nanang Adriani yang hadir membuka secara resmi turnamen tersebut menyebutkan bahwa turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah pembinaan dan pemersatu masyarakat.
“Turnamen ini menjadi momentum memperkuat semangat persaudaraan dan sportivitas antarwarga. Saya berharap kegiatan ini melahirkan atlet muda yang berprestasi dan membanggakan Kutai Barat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung.
“Menang dan kalah itu biasa. Yang utama adalah bermain dengan terhormat dan menjaga nama baik daerah,” tutupnya.
Editor: Erwin