Hingga pertengahan kompetisi, Kaltim sukses menembus peringkat kedelapan klasemen sementara berkat penampilan gemilang para atlet mudanya.
Berdasarkan data terakhir, kontingen Benua Etam telah mengoleksi 23 medali, terdiri dari 4 emas, 9 perak, dan 10 perunggu.
Capaian ini menegaskan kualitas pembinaan atlet pelajar Kaltim yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat peran besar dukungan moral dari berbagai pihak.
Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras bersama tim pemandu bakat KONI turun langsung memberikan motivasi dan memantau perjuangan atlet di lapangan.
Tak hanya itu, kehadiran sejumlah pejabat daerah turut menambah semangat juang kontingen. Mereka yang hadir diantaranya Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim M. Faisal, Sekretaris Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Ketua DPRD Kaltim, serta Kabid PPO Dispora Kaltim Rasman Rading.
Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap pembinaan olahraga usia muda.
Meski perjuangan di POPNAS 2025 belum usai, Rusdi menegaskan optimismenya agar Kaltim dapat menjaga posisi di sepuluh besar nasional.
Ia menilai, para atlet pelajar saat ini merupakan cikal bakal kekuatan baru bagi Kaltim di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Tiga tahun ke depan adalah waktu yang ideal bagi kita untuk mempersiapkan mereka menjadi tulang punggung Kaltim di PON 2028,” ujar Rusdi.
Lanjutnya, pengalaman bertanding di POPNAS menjadi bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang yang dilakukan secara sistematis oleh KONI dan Dispora Kaltim.
Kaltim berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan para atlet muda melalui berbagai program pelatihan dan kompetisi berjenjang.
Prestasi di POPNAS 2025 diharapkan menjadi pijakan awal menuju kebangkitan olahraga pelajar Kaltim, sekaligus memperkuat kesiapan provinsi ini menghadapi PON mendatang.
“Kami tidak berhenti di sini. POPNAS hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju prestasi yang lebih besar,” pungkasnya.
Editor: Erwin