Asisten III Sekretariat Daerah Kutai Kartanegara, Dafip Haryanto, menekankan pentingnya integritas bagi para pengurus cabang olahraga, khususnya dalam kepengurusan Akuatik Kukar.
Kemudian, keberhasilan organisasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh komitmen dan integritas pengurusnya.
“Intinya, pengurus harus memiliki integritas yang tinggi dalam mengelola organisasi. Banyak organisasi yang gagal dan tidak berprestasi karena lemahnya integritas pengurus,” jelasnya, Minggu (26/10/2025).
Ia menambahkan, pembinaan yang baik dan berkelanjutan menjadi kunci dalam mencetak atlet berprestasi. Dengan sistem pembinaan yang konsisten dan sistematis, hasil yang baik akan mengikuti.
“Kegiatan pembinaan harus terus didorong dan diperkuat. Dengan proses yang benar, hasil tidak akan mengkhianati,” ujarnya.
Selain itu, Dafip juga menyoroti pentingnya penjaringan bibit atlet potensial dari berbagai wilayah di Kukar, termasuk daerah pesisir.
“Banyak anak-anak kita yang kesehariannya sudah akrab dengan air, baik di sungai maupun di pantai. Ini potensi besar yang harus dibina agar bisa tampil di tingkat daerah, regional, bahkan nasional,” jelasnya.
Ketua Akuatik Kukar, Novia Wulandari berkomitmen membenahi organisasi dan memperkuat sistem pembinaan atlet Akuatik di Kukar.
Dalam keterangannya, Novi menyampaikan harapan agar organisasi yang ia pimpin dapat berjalan dengan baik dan solid, sesuai dengan arahan pembina.
“Harapan saya tentu organisasi ini bisa berjalan dengan baik, sesuai arah yang sudah disampaikan pembina. Kami ingin roda organisasi ini berfungsi dengan maksimal agar cabang olahraga akuatik di Kukar bisa terus berkembang,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Novia mengungkapkan pihaknya akan menggelar rapat kerja dalam waktu dekat untuk menyusun agenda dan program prioritas Akuatik yang melibatkan 40 pengurus.
“Setelah pelantikan ini, kami akan segera mengadakan rapat kerja untuk membahas program ke depan dan menentukan poin-poin penting di Akuatik,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelatih sebelum melakukan pembinaan atlet. Menurutnya, pelatih merupakan motor utama dalam mencetak prestasi olahraga.
“Sesuai dengan visi dan misi yang saya sampaikan saat musyawarah kabupaten kemarin, fokus awal kami adalah pelatihan untuk pelatih. Kalau pelatihnya mantap, Insyaallah atlet juga akan siap dan mampu berprestasi,” pungkasnya.
Editor: Erwin