Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras mencatat, hingga Jumat (24/10/2025), Kaltim telah mengoleksi 15 emas, unggul tipis dari Jatim (14 emas) dan relatif aman dari Bali (11 emas).
Meski begitu, Jatim dinilai menjadi pesaing terdekat karena memiliki rasio emas yang tinggi dibanding total medalinya.
“Kita memang masih di empat besar, tapi selisih dengan Jatim sangat tipis. Mereka punya kekuatan besar di dua cabang yang juga jadi tumpuan kita, yakni Ju-Jitsu dan Wushu. Jadi semua masih bisa berubah,” ujar Rusdi.
Tersisa tiga cabang olahraga (cabor) penentu bagi Kaltim untuk memastikan posisi di lima besar yakni Karate, Ju-Jitsu, dan Wushu. Tetapi, perjuangan di Karate dikabarkan belum berbuah hasil maksimal.
Setelah sejumlah andalan, termasuk Gordo, gagal mempersembahkan medali, kini fokus utama Kaltim beralih ke Ju-Jitsu dan Wushu.
“Harapan kita sekarang sepenuhnya di dua cabor itu. Kalau bisa menambah tiga sampai lima emas lagi, peluang Kaltim untuk tetap di lima besar masih terbuka,” jelas Rusdi.
Berdasarkan analisa KONI Kaltim, Jatim menjadi ancaman terbesar. Mereka memiliki kekuatan yang sudah teruji di Ju-Jitsu, bahkan menargetkan mempertahankan status Juara Umum di cabor tersebut seperti PON sebelumnya.
Selain itu, Wushu Jatim juga jadi andalan utama. Tim mereka didukung atlet berpengalaman serta pelatih asing yang disiapkan khusus untuk meraih emas di kategori Sanda.
Dengan dua kekuatan itu, Jatim diprediksi akan menambah pundi-pundi emas dalam jumlah signifikan dan sangat berpotensi menyalip Kaltim di peringkat empat.
Sementara Bali, meski menunjukkan peningkatan performa di Wushu dengan capaian perak pada PON sebelumnya, belum memiliki kekuatan seimbang di dua cabor terakhir ini.
“Kalau melihat tren, Bali masih butuh 4-5 emas tambahan untuk bisa menyalip. Tapi peluang terbesar tetap di Jatim. Itu yang harus kita waspadai,” ujarnya.
Kaltim kini menargetkan bukan hanya bertahan di lima besar, tapi juga menjadi kontingen terbaik di luar Pulau Jawa.
Dengan fokus pada dua cabor tersisa, Ju-Jitsu dan Wushu, Kaltim harus tampil sempurna untuk menahan laju Jatim sekaligus memperlebar jarak dari Bali.
“Kita ingin menutup PON Bela Diri ini dengan tetap di papan atas. Target kita jelas, tetap di lima besar dan jadi yang terbaik di luar Jawa. Semua tergantung hasil dua cabor terakhir,” katanya.
Berdasarkan tren perolehan medali dan kekuatan antar daerah, berikut proyeksi akhir lima besar yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur (diprediksi menyalip Kaltim), Kaltim.
Meski posisi empat besar terancam, Kaltim masih memiliki peluang besar mempertahankan prestasi membanggakan tersebut, terutama jika atlet Ju-Jitsu dan Wushu mampu menorehkan hasil maksimal.
“Kita masih percaya, semangat juang atlet kita tidak akan luntur. Ini pertarungan terakhir, dan Kaltim akan berjuang sampai akhir,” tutupnya.
Editor: Erwin