Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) FORKI Kaltim, Thomas Anda Siaga, menjelaskan bahwa jumlah atlet yang dibawa sudah sesuai dengan ketentuan dari panitia PON Bela Diri.
“Yang berangkat ini ada 10 orang atlet karena sesuai dengan teknis pelaksanaan, masing-masing provinsi hanya boleh mengikuti 10 nomor tanding wajib. Jadi kami membawa 10 atlet, plus pelatih dan ofisial,” ungkap Thomas, Rabu (22/10/2025).
Lanjutnya, persiapan tim sudah dilakukan secara intensif selama hampir satu bulan terakhir. Begitu mendengar kabar keikutsertaan Kaltim di ajang ini, FORKI langsung bergerak cepat dengan menggelar seleksi melalui Kejurprov dan pemantauan dari sejumlah turnamen lokal.
“Persiapan kami sudah tiga minggu, hampir sebulan. Begitu tahu akan ikut PON Bela Diri, kami langsung seleksi dan latihan dua kali sehari, pagi dan sore. Waktunya memang sangat mepet, tapi anak-anak semangat,” ujarnya.
Ia menegaskan, target utama Kaltim kali ini adalah membawa pulang medali emas, setelah pada PON sebelumnya hanya mampu meraih perak dan perunggu.
“Instruksi dari Pak Seno (Ketua Umum FORKI Kaltim) jelas pulang harus bawa medali. Kami ingin mempersembahkan emas untuk beliau karena dukungannya luar biasa untuk karate. Jadi kami tidak mau mengecewakan,” tegasnya.
Thomas menambahkan, Ketua Umum FORKI Kaltim yang juga Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dijadwalkan hadir langsung mendampingi tim selama tiga hari berturut-turut di Kudus.
Kehadiran orang nomor dua di Kaltim itu diyakini menjadi suntikan motivasi besar bagi para atlet.
“Motivasinya besar sekali. Anak-anak tahu Pak Wagub akan datang melihat langsung, jadi mereka ingin tampil maksimal. Kami semua rindu medali emas, rindu kejayaan itu kembali ke Kaltim,” tuturnya.
Mengenai peta persaingan, Thomas mengakui semua daerah memiliki peluang yang sama. Banyak provinsi datang dengan atlet-atlet terbaik, termasuk beberapa yang memiliki pengalaman nasional.
“Di karate ini semua tidak bisa diprediksi. Banyak atlet nasional yang turun juga. Kami hanya berpesan ke anak-anak agar fokus selama tiga menit pertandingan, jangan lengah sedikit pun, karena tiga menit itu bisa menentukan,” ucapnya.
Menariknya, skuat yang diturunkan FORKI Kaltim kali ini juga menjadi gambaran regenerasi menuju PON 2028. Menurut Thomas, komposisi atlet saat ini bahkan dinilai lebih solid dibanding edisi sebelumnya.
“Untuk tim PON nanti, SDM kita lumayan bagus. Banyak atlet muda muncul, sama seperti daerah lain yang mulai regenerasi. Senior-senior sudah banyak yang selesai, jadi sekarang waktunya yang muda tampil,” pungkasnya.
Editor: Erwin