Para atlet akan berlaga pada 10 cabang olahraga bela diri, yakni pencak silat, tarung derajat, karate, taekwondo, gulat, judo, jujitsu, sambo, kempo, dan wushu, dengan total 223 nomor pertandingan yang diperebutkan.
Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menegaskan pentingnya ajang ini sebagai langkah strategis dalam pengembangan olahraga bela diri di Tanah Air.
Kegiatan hasil kolaborasi antara KONI Pusat dan Djarum Foundation tersebut mengusung tema “Bela Diri Itu Prestasi.”
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya atas kerja sama yang luar biasa ini. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan atlet menuju target Indonesia masuk lima besar Olimpiade 2044, sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto,” ujar Marciano.
Dari Kaltim, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras turut hadir dalam pembukaan tersebut. Ia menyampaikan Kaltim siap menurunkan kekuatan terbaik dan berpartisipasi penuh di seluruh cabang yang dipertandingkan.
“Alhamdulillah, pembukaan berlangsung sederhana tapi penuh makna. Kaltim datang dengan semangat tinggi dan kesiapan penuh. Kami menargetkan hasil terbaik, setidaknya menjadi yang terbaik di luar Pulau Jawa,” kata Rusdi.
Dengan semangat kebersamaan dan sportivitas, Rusdi menegaskan PON Bela Diri 2025 diharapkan tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat pembinaan olahraga nasional menuju kejayaan Indonesia di kancah internasional.
Editor: Erwin