Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pengurus provinsi dan kabupaten/kota untuk merumuskan arah pembinaan, evaluasi program kerja, serta memperkuat sinergi menuju prestasi yang lebih tinggi di ajang daerah maupun nasional.
Ketua Perbasasi Kaltim Listya Nindyono menyampaikan bahwa Muskerprov tahun ini diikuti oleh tujuh pengurus kabupaten/kota, yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur (Kutim), Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU).
Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang tak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi penting bagi organisasi.
“Musyawarah kerja ini kami gelar untuk membahas beberapa agenda strategis, di antaranya pelaksanaan BK Porprov, penyusunan program kerja ke depan, serta peluang menggelar eksibisi Baseball 5 yang kini sudah menjadi nomor resmi di Olimpiade,” jelasnya dalam sambutannya.
Pria yang akrab disapa Tio itu, menegaskan Perbasasi Kaltim berkomitmen membangun organisasi yang solid dan taat aturan.
Dia bahkan mengungkap, ketegasan perlu diambil terhadap salah satu pengurus kota yang dinilai tidak mengikuti ketentuan organisasi.
“Saya tidak butuh orang hebat atau pintar, tapi saya butuh tim yang hebat dan bisa bekerja sama. Yang terpenting adalah mengikuti rule of the game. Kalau ingin main di luar aturan, silakan buat Perbasasi sendiri. Tapi kalau di dalam KONI, kita harus patuh pada sistem,” tegasnya.
Langkah-langkah pembenahan internal terus dilakukan, termasuk memperkuat pembinaan dan memperjuangkan peningkatan fasilitas olahraga.
Tio menyebut, Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dispora telah menganggarkan sekitar Rp2,5 miliar untuk perbaikan lapangan softball dan baseball di Palaran, termasuk penyediaan peralatan pendukung dan pelatihan bagi wasit (umpire) di Balikpapan.
Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi atlet. Ia menyampaikan Perbasasi telah menyalurkan bantuan perlengkapan olahraga ke Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim serta aktif hadir dalam berbagai kegiatan pembinaan di tingkat pelajar.
“Kami mulai masuk ke sekolah-sekolah, baik SMP maupun SMA, untuk memperkenalkan softball dan baseball. Dulu orang mengenalnya sebagai permainan kasti, tapi kini kita kembangkan dengan pendekatan modern agar melahirkan bibit atlet yang potensial,” tuturnya.
Ditambahkannya, Perbasasi Kaltim berupaya menyesuaikan diri dengan semangat baru Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur yang baru.
“Bapak Gubernur menargetkan Kaltim bukan hanya masuk tiga besar, tapi harus jadi juara umum di PON dan event nasional lainnya. Untuk itu, kami siap mengambil bagian, bekerja keras, dan memperkuat kerja tim,” pungkasnya.
Editor: Erwin