Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan kesiapan yang cukup matang dengan menurunkan mayoritas atlet muda yang baru naik kelas dari kategori junior ke senior.
Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim pada edisi kali ini hanya diperkuat oleh dua atlet yang merupakan alumni PON Aceh-Sumut sebelumnya. Selebihnya adalah wajah-wajah baru yang lolos dari proses seleksi daerah.
Pelatih taekwondo Kaltim, Eny Pangestu, mengungkapkan bahwa beberapa atlet peraih medali sebelumnya kini telah memilih fokus pada karier atau pendidikan mereka.
“Tidak masalah. Kami sudah mempersiapkan atlet-atlet hasil seleksi. Mereka adalah potensi terbaik yang kami miliki saat ini,” ungkapnya, Kamis (9/10/2025).
Meskipun didominasi oleh atlet transisi dari junior ke senior, TI Kaltim tetap membawa misi besar dan semangat tinggi.
Saat ditanya mengenai target di PON Bela Diri, Eny menegaskan timnya tetap mengusung ambisi positif.
“Kami tetap punya target. Rasa percaya diri dan motivasi harus tetap ada. Hanya saja kami tidak bisa menetapkan target pasti, mengingat kondisi dan komposisi tim yang baru,” jelasnya.
Eny juga menyebutkan kompetisi kali ini akan menghadirkan atlet-atlet nasional yang tengah berada di pelatnas sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games.
Mengingat sistem pertandingan menggunakan sistem gugur, ia berharap hasil undian atau drawing tidak langsung mempertemukan Kaltim dengan atlet pelatnas di awal pertandingan.
“Mudah-mudahan hasil drawing berpihak pada kami. Semoga tidak langsung berhadapan dengan atlet pelatnas,” harap Eny.
Namun di sisi lain, ia melihat peluang besar dalam situasi tersebut. Pasalnya, Pengurus Besar TI menerapkan sistem promosi-degradasi untuk atlet pelatnas.
Artinya, siapa pun yang mampu mengalahkan atlet pelatnas berpeluang menggantikan posisi mereka di ajang internasional seperti SEA Games.
“Kalau ada atlet yang bisa mengalahkan penghuni pelatnas, maka mereka bisa dipertimbangkan untuk tampil di SEA Games,” beber Eny.
Untuk PON Bela Diri 2025, Kaltim akan mengirimkan total 9 atlet di nomor kyurogi. Selain itu, mereka juga menurunkan satu atlet di nomor poomsae individual recognize, serta tim poomsae putra, putri, dan freestyle putra.
Sementara itu, pelatih poomsae Kaltim, Krisnawati, menambahkan bahwa untuk nomor poomsae, fokus utama adalah pada evaluasi serta menampilkan performa terbaik sesuai dengan serial gerakan yang telah disiapkan.
“Kami lebih memfokuskan diri pada penyempurnaan teknik dan evaluasi kompetisi di nomor poomsae,” tutupnya.
Editor: Erwin