Ajang nasional perdana yang menggabungkan berbagai cabang olahraga bela diri itu akan berlangsung pada 11–26 Oktober 2025 mendatang.
Pada Minggu (5/10/2025) kemarin, Ketua Umum KONI Pusat Letjen (Purn) Marciano Norman secara resmi membuka kegiatan Chief de Mission (CdM) Meeting dan Delegation Registration Meeting (DRM) di Kudus, yang menandai kesiapan akhir seluruh provinsi peserta.
Kaltim diwakili oleh Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras bersama Wakil Ketua I Ego Arifin. Dikonfirmasi usai kegiatan, Ego menyampaikan bahwa proses verifikasi atlet dari Benua Etam telah rampung tanpa kendala berarti.
“Secara keseluruhan, verifikasi atlet sudah selesai. Hanya ada dua atlet yang masih melengkapi dokumen administratif, tapi tidak ada masalah berarti karena secara teknis semua sudah masuk,” jelasnya, Senin (6/10/2025).
Lanjutnya, Ego menyebut kontingen Kaltim pada PON Bela Diri I berjumlah 207 orang, terdiri dari 156 atlet, 41 pelatih dan 10 ofisial. Mereka akan berlaga di 10 cabang olahraga dengan total 154 nomor pertandingan.
Rinciannya meliputi Kempo 25 orang, Jujitsu 12 orang, Gulat 27 orang, Pencak silat 14 orang, Judo 25 orang, Wushu 18 orang, Taekwondo 26 orang, Tarung derajat 25 orang, Karate 14 orang, Sambo 21 orang.
Selain agenda utama CdM dan DRM, seluruh perwakilan dari 33 provinsi juga diajak meninjau dua gedung milik PT Djarum yang akan menjadi venue pertandingan.
“Gedung I akan digunakan untuk enam cabang olahraga dan gedung II untuk empat cabang lainnya. Keduanya berada dalam satu kompleks yang difasilitasi langsung oleh PT Djarum,” terang Ego.
Dalam kesempatan yang sama, Ego juga sempat berdiskusi dengan beberapa perwakilan kontingen dari provinsi lain, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Hasilnya, ia menyebut mekanisme partisipasi kontingen Kaltim ternyata sejalan dengan daerah-daerah lain, yakni dibiayai secara mandiri, serupa dengan mekanisme Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
“Ternyata hampir semua kontingen menerapkan mekanisme yang sama, mandiri seperti Kejurnas,” tutupnya.
Editor: Erwin