Ketua POBSI Kutai Barat, Vinsent Candela, mengatakan kegiatan ini merupakan terobosan awal dalam pembinaan olahraga biliar di kalangan pelajar.
“Untuk turnamen ini, merupakan pertama kalinya kami adakan. Pendaftarannya kami buat gratis agar bisa diikuti siapa saja yang berminat,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ajang pencarian dan pembinaan bibit-bibit muda yang kelak dapat dikembangkan menjadi atlet profesional.
“Kami ingin mencari atlet muda yang bisa kami latih agar siap berkompetisi di tingkat provinsi,” tambahnya.
Antusiasme peserta sangat besar. Dalam waktu hanya dua hari, pendaftaran sudah penuh. Total peserta mencapai 64 orang yang berasal dari pelajar SMP, SMA, dan SMK di berbagai wilayah Kubar.
Suasana kompetisi pun terasa hangat dan penuh semangat, menggambarkan tingginya minat generasi muda terhadap olahraga biliar.
Sementara itu, Bela Cantika(16), siswi SMK di Sendawar, mengaku pengalaman bertanding menjadi pelajaran berharga.
“Awalnya deg-degan, tapi pas sudah di meja pertandingan rasanya biasa aja. Lawannya banyak dari sekolah lain, jadi agak tegang, tapi seru,” katanya.
Peserta lainnya, Aldifa(16) dari SMKN 1 Sendawar, juga menunjukkan semangat tinggi. “Saya sangat antusias karena turnamen ini gratis dan diadakan di Kubar. Ini kesempatan bagus untuk berkembang. Saya ingin benar-benar jadi atlet biliar,” ujarnya.
Saat pertandingan final berlangsung menegangkan. Micola Amanda(12), siswa SMPN 1 Sendawar, berhadapan dengan Fregi Dinata(17), siswa SMAN 1 Muara Lawa. Micola sempat memimpin pertandingan dengan skor 3-0, hanya membutuhkan satu poin lagi untuk memastikan kemenangan. Namun, Fregi berhasil melakukan comeback luar biasa dan membalikkan keadaan menjadi 3-4, sekaligus keluar sebagai juara pertama.
Meski gagal di partai puncak, Micola tetap tampil mengesankan. “Awalnya tegang dan grogi, tapi senang bisa sampai final. Saya mau latihan lagi biar bisa jadi atlet,” ucapnya.
Melalui kolaborasi antara POBSI Kubar dan 99 Billiard, turnamen ini diharapkan menjadi langkah awal memperkenalkan olahraga biliar di kalangan pelajar sekaligus memperkuat regenerasi atlet lokal.
“Dari sini kami bisa lihat semangat anak-anak. Ini awal yang bagus untuk masa depan biliar Kubar,” tutupnya.
Editor: Erwin