Diketahui Ekti terpilih secara aklamasi sebagai Ketua FAJI Kaltim sesuai AD/ART organisasi dan mendapatkan rekomendasi dari KONI Kaltim yang mana saat ini proses pengesahan SK tengah berlangsung di tingkat pusat.
Dijelaskan Ekti yang juga wakil rakyat di DPRD Kaltim ini, potensi atlet arung jeram di Benua Etam cukup besar, terutama dari Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Bahkan sebagian besar atlet arung jeram yang mewakili Kaltim berasal dari daerah tersebut.
“Kalau dilihat memang rata-rata atlet arung jeram Kaltim berasal dari Kubar. Tempatnya juga sudah tersedia. Untuk ke depan kami merencanakan kejuaraan provinsi akan digelar di tiga titik atau tiga kabupaten setiap tahun,” kata Ekti kepada Korankaltim.com Jumat (3/102025).
Arung jeram merupakan olahraga yang unik karena bersifat sport tourism sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah daerah. “Arung jeram ini sebenarnya tidak susah, karena termasuk olahraga wisata. Alat yang dibutuhkan pun sederhana, cukup perahu karet,” jelasnya.
“Karena itu kami ingin maksimalkan potensi daerah-daerah lain seperti Paser dan Mahulu, tentu dengan mempertimbangkan kesiapan venue mengingat olahraga ini tidak bisa digelar di waduk, harus di sungai yang memiliki arus,” sebut Ekti.
Ekti mengaku menerima jabatan sebagai Ketua FAJI Kaltim karena dorongan kuat dari para pegiat arung jeram, yang menginginkan adanya sosok pemimpin dari kalangan legislatif.
“Saya sudah lama di dunia olahraga, dan sangat mencintainya. Ketika teman-teman di FAJI meminta saya memimpin karena tidak ada yang bersedia, saya merasa terpanggil untuk mewakafkan diri bagi keluarga besar arung jeram. Ini bentuk kepedulian saya,” jelasnya.
Editor: Aspian Nur