Sementara itu, cabang bulu tangkis harus puas dengan raihan medali perak. Di nomor renang, nama Rama Verdana mencuri perhatian sebagai bintang kontingen Kaltim. Ia sukses menyumbangkan dua medali emas dan satu perak.
Emas diraih dari nomor 200 meter gaya bebas dan 1.500 meter gaya bebas yang berlangsung pada hari ketiga. Adapun medali perak diperoleh dari nomor 400 meter gaya bebas.
Pelatih renang Kaltim, Sudarman, mengakui persaingan di cabang ini jauh lebih ketat dibanding perkiraannya. Hal itu karena beberapa daerah menurunkan atlet level nasional.
“Kami tidak menyangka, Brunei Darussalam menurunkan atlet untuk SEA Games dan Sarawak juga memainkan atlet nasionalnya. Tapi secara keseluruhan anak-anak tetap tampil luar biasa dengan menjaga limit waktunya,” jelas Sudarman.
Lanjutnya, capaian Rama patut diapresiasi lantaran mampu meningkatkan catatan waktu pribadi dari sebelumnya.
Berlanjut ke cabang panahan, Rohani Sephia Hatta tampil dominan dengan mempertahankan emas di nomor compound perorangan putri. Rekannya, Nola Aprilia, juga sukses menjaga konsistensi dengan finis di posisi ketiga.
Sementara itu, dari nomor recurve putra, M Raffa Abdillah berhasil mengubah hasil perak di babak kualifikasi menjadi medali emas pada final yang digelar Minggu (28/9/2025).
Sehari sebelumnya, tim compound beregu yang diperkuat Rohani Sephia dan kawan-kawan juga mempersembahkan emas tambahan.
Hingga saat ini, cabang panahan telah mengoleksi empat medali emas bagi Kaltim. Tak kalah membanggakan, cabor atletik pun menunjukkan hasil luar biasa.
Nefriana Ariance Daik dan Akhbar Tanjung menjadi andalan utama dengan masing-masing merebut tiga emas. Medali terakhir mereka dipersembahkan pada Sabtu (27/9/2025) di nomor 3.000 meter steeplechase kategori putra dan putri.
Hasil ini bahkan melampaui target awal yang hanya menargetkan tiga emas dari cabang atletik. Sementara itu, tim bulu tangkis Kaltim yang harus menghadapi persaingan ketat, masih mampu membawa pulang satu medali.
Ramanda Z Ramadhani yang berpasangan dengan Karina Ria Hardianti sukses menembus final, sebelum akhirnya meraih medali perak.
Secara keseluruhan, prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet-atlet Kaltim mampu bersaing di level regional, sekaligus menjadi modal berharga untuk menghadapi ajang yang lebih besar ke depan.
Editor: Erwin