Penunjukkan Kasmidi sebagai Plt Ketua Askab PSSI Kutim sejalur dengan kapasitasnya bagian dari ]Exco Asosiasi Provinsi (Asprrov) PSSI Kaltim dan pria berusia 49 tahun itu akan didampingi Fajrian Nur Darmansyah yang juga Exco Asprov PSSI Kaltim serta Rian Kurniawan sebagai fungsionaris Askab PSSI Kutim dalam menjalankan roda organisasi.
Pengangkatan Kasmidi sebagai Plt Ketua Askab PSSI Kutim sesuai Surat Keputusan PSSI Kaltim bernomor: 19/SK/PSSI-Kaltim/IX/2025 tertanggal 4 September 2025, ditandatangani Sekretaris Umum PSSI Kaltim Supono yang mengatasnamakan Ketua Umum PSSI Kaltim HM Said Amin.
Penunjukkan Kasmidi sebagai Plt Ketua Askab PSSI Kutim merupakan langkah praktis sekaligus strategis agar pembinaan sepak bola di kabupaten tersebut tetap berjalan sesuai rencana dan program yang telah disusun sebelumnya.
“Pengalaman Pak Kasmidi sebagai pengurus sepak bola di Kutim menjadi alasan ketua umum memberikan mandat. Kami berharap pgrogram pembinaan yang sudah disusun tetap berjalan,” kata Fajrian kepada Korankaltim.com Minggu (28/9/2025).
Asprov PSSI Kaltim memang harus menunjuk Plt ditingkat kabupaten/kota karena kondisi dan situasi mengingat disaat bersamaan PSSI baru saja memperbarui aturan organsiasi atau statuta saat melaksanakan kongres tahunan beberapa waktu lalu. Imbasnya, Askab PSSI Kutim untuk sementara harus dipimpin Plt ketua sebagai karena periode pengurus definitif habis bersamaan dengan keluarnya statuta yang baru tersebut. Praktis dengan kondisi itu mau tidak mau harus ada keputusan strategis yang diambil.
“Karena itu Plt ketua dan dua anggota yang ditunjuk Asprov yang satu diantara tugasnya adalah mempersiapkan diselenggarakannya kongres untuk memilih dan menentukan pengurus definitif,” jelas Fajrian.
Kasmidi sendiri bukan orang asing di sepak bola Kutim. Bukan karena jabatannya sebagai wakil bupati di kabupaten tersebut selama dua periode, tetapi karena perhatiannya terhadap pengembangan sepak bola di daerah itu yang diakui sengat powerfull.
Dibawah kepemimpinan Kasmidi sebagai Ketua Askab PSSI Kutim pada periode lalu, ada dua prestasi mentereng yang menjadi keberhasilan pembinaannnya yaitu berhasil mempersembahkan medali emas untuk cabang olahraga (cabor) sepak bola kepada kontingen Kutim di ajang Porprov Kaltim pada 2022 silam dan Kasmidi berkontribusi mengantarkan Persikutim U-13 yang menjadi satu-satunya tim asal Kalimantan Timur keluar sebagai juara 1 di ajang Piala Suratin U-13 Putaran Nasional tahun 2024 lalu.
“Karena itu target kami selanjutnya adalah mempertahankan medali emas yang diraih sepak bola Kutim pada ajang Porprov Kaltim di Paser tahun 2026 mendatang,” kata Kasmidi secara terpisah.
Setelah mengantongi SK penunjukkan Plt Ketua Askab PSSI Kutim, beberapa hal krusial akan dilakukan Kasmidi dalam waktu dekat, diantaranya adalah pembenahan administrasi organisasi dan pendataan pemain binaan di level klub.
Selanjutnya, penunjukannya sebagai Plt ketua tersebut juga akan dilaporkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim. Sedangkan agenda lainnya adalah menjalankan semua kompetisi di Kutim, sekaligus mengisi keberlanjutan program-program sebelumnya. Agenda utama tentu saja mempersiapkan kongres Askab PSSI Kutim.
Terkait hal ini, Kasmidi mengaku sudah melakukan komunikasi dengan manajemen Borneo FC, sebagai satu-satunya klub asal Kaltim dan Kalimantan yang berlaga di liga sepak bola tertinggi Liga 1.
“Komunikasi yang kami maksud adalah dimungkinkannya Kutim menjadi tempat pencarian ajang dan bakat pemain muda. Kami yakin, Kutim memiliki banyak talenta yang bisa berbicara banyak di level nasional,” ucap Kasmidi.
Editor: Aspian Nur