Laga semifinal seru tersaji mempertemukan Kecamatan Muara Badak melawan Kecamatan Loa Janan. Sejatinya laga ini menjadi final dini karena Juara Bertahan Loa Janan harus menghadapi tim favorit juara yakni Muara Badak, di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Kamis (25/9/2025).
Pada laga ini langkah tim juara bertahan Piala Bupati Cup 2024 harus terhenti karena Muara Badak mampu menyudahi pertandingan dengan skor meyakinkan 2-0. Selanjutnya laga tak kalah seru juga tersaji di laga semifinal kedua mempertemukan Kecamatan Loa Kulu melawan Kecamatan Tenggarong.
Meski berstatus sebagai tuan rumah, Kecamatan Tenggarong harus berjibaku keras menghadapi perlawanan sengit dan atraktif Kecamatan Loa Kulu. Namun berkat ketenangan dan efektivitas bermain Kecamatan Tenggarong mampu unggul 0-2 pada jeda babak pertama.
Kemudian pada babak kedua sepertinya pertandingan berjalan mulus bagi sang tuan rumah karena berhasil menambah keunggulan dengan skor 0-3.
Dalam berjalannya waktu, Kecamatan Tenggarong menarik sejumlah pemain pentingnya dengan memberikan menit bermain untuk pemain cadangan.
Hal ini disikapi secara cerdik oleh Kecamatan Loa Kulu dengan perlahan mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 dan bertambah menjadi 2-3 pada saat mendekati waktu menit ke 90’. Sang pengadil memberikan dua menit waktu tambahan, namun skor masih tetap bertahan untuk keunggulan Kecamatan Tenggarong.
Atas hasil ini Muara Badak dan Tenggarong bakal bertemu di partai puncak yang digelar Sabtu (27/9/2025), sementara itu Jumat (26/9/2025) dilangsungkan laga perebutan Juara 3 dan 4 yang mempertemukan dua kecamatan bertetangga yakni Loa Janan melawan Loa Kulu di Stadion Rondong Demang, Tenggarong.
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kukar, Thauhid Afrilian Noor mengatakan ajang ini merupakan wujud pembinaan untuk atlet berprestasi asli Kukar yang berasal dari kecamatan-kecamatan se-Kukar.
“Melalui Bupati Cup ini kita menjaring bibit potensial asal kecamatan se-Kukar dan ini juga salah satu program unggulan Askab PSSI Kukar,” katanya kepada Korankaltim.com, petang tadi.
Yang menjadi spesial pada perhelatan Bupati Cup kali ini pelaksanaannya dibarengkan dengan Piala Bupati Cup Putri dan perhelatan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
“Yang women sudah kita mainkan dan sudah kita dapatkan pemenangnya, sengaja kita gelar bersamaan dengan rangkaian Erau agar semakin menambah semarak karena seluruh masyarakat warga Kukar dari kecamatan-kecamatan berkumpul meramaikan nonton Erau dan nonton bal di Rondong Demang Tenggarong,” jelasnya.
Pihak panitia berharap, pada laga perebutan juara 3 dan laga final seluruh tim yang bertanding baik ofisial maupun suporter tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan.
“Tetap utamakan sportivitas dan jaga kesatuan etam bersama, boleh mendukung tapi tetap dengan cara yang baik karena etam segala adalah saudara,” demikian Thauhid.
Editor: Erwin