Bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kubar, ajang ini menjadi langkah awal untuk menjaring bibit atlet lokal yang siap dipersiapkan tampil di kejuaraan resmi.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga Dispora Kubar, Elmi Muklis, mengatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan tersebut.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap biliar semakin besar dan paradigma negatif yang dulu melekat perlahan mulai berubah.
“Harapan kami, lahir atlet-atlet biliar dari Kubar yang mampu berprestasi, minimal di tingkat provinsi. Apalagi biliar sudah resmi menjadi salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov Kaltim 2026 di Paser. Kami berharap POBSI bisa mengirimkan atlet terbaik untuk mewakili daerah,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Sementara itu, Ketua POBSI Kubar, Vinsent Candela, menilai turnamen rutin sangat penting untuk pembinaan jangka panjang.
Ia yakin biliar bisa menarik minat generasi muda sekaligus membuka peluang prestasi bagi daerah.
“Target kami ke depan adalah meraih emas di Porprov. Karena itu, kami dorong adanya turnamen-turnamen rutin sebagai ajang penjaringan atlet lokal,” tegasnya.
Penyelenggara turnamen, Khaidir menjelaskan turnamen kali ini mempertandingkan kategori 10 ball putra dan putri 9 ball. Tidak berhenti di situ, pihaknya juga menyiapkan agenda khusus pelajar pada lima Oktober mendatang dengan kategori 9 ball.
“Turnamen ini bukan hanya hiburan, tapi juga sarana mencari bibit muda yang akan membawa nama baik Kubar. Untuk turnamen pelajar nanti, pendaftaran kami buat gratis agar mereka lebih semangat ikut. Dengan begitu, pelajar yang awalnya ragu bisa mencoba dan menemukan hobi baru lewat biliar,” jelasnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, POBSI, serta komunitas olahraga, turnamen ini diharapkan menjadi pijakan awal lahirnya atlet-atlet biliar Kubar yang mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.
Editor: Erwin