Pada nomor lari 1.500 meter, baik kategori putra maupun putri, atlet Bumi Etam berhasil menyabet dua medali emas sekaligus.
Emas pertama datang dari pelari andalan Kaltim, Nefriana Ariance Daik, yang sebelumnya juga sukses meraih perak pada PON XXI.
Meski menghadapi persaingan ketat, Nefriana mampu tampil maksimal dan mengalahkan salah satu pelari top asal Malaysia, Hizillawanty Jamain, yang merupakan atlet SEA Games dari Sabah.
Nefriana menuntaskan lomba dengan catatan waktu 4 menit 53,19 detik, unggul lebih dari 3 detik atas Hizillawanty yang finis di posisi kedua dengan 4 menit 56,32 detik.
Sementara itu, medali emas kedua dipersembahkan oleh Akbar Tanjung di nomor yang sama kategori putra. Akbar harus berduel ketat dengan pelari tuan rumah asal Sarawak.
Namun, ia berhasil mempertahankan keunggulannya hingga garis finis dengan waktu 4 menit 11,09 detik, unggul tipis atas lawannya yang mencatat 4 menit 12,63 detik.
Pelatih atletik Kaltim, Ferly Subnafeu, mengaku hasil ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan motivasi seluruh atlet. Menurutnya, peluang emas masih terbuka lebar, khususnya bagi Nefriana yang masih akan turun di tiga nomor lainnya.
“Kami tetap optimistis bisa menambah koleksi emas. Nefriana masih akan tampil di nomor 3.000 meter flat, 3.000 meter steeplechase, serta satu nomor tambahan estafet campuran 400 meter,” ujar Ferly saat dihubungi, Kamis (25/9/2025).
Namun, Ferly juga menekankan tantangan besar dalam ajang ini adalah menjaga kondisi fisik atlet. Kontingen Kaltim baru tiba di Kuching pada Selasa (23/9/2025) setelah menempuh perjalanan panjang.
Hal itu membuat strategi pemulihan (recovery) menjadi perhatian utama tim pelatih. “Dengan jadwal yang padat, kami hanya bisa mengingatkan atlet untuk cukup beristirahat dan menjaga asupan vitamin agar stamina tetap terjaga,” tambahnya.
Dengan dua emas perdana dari nomor 1.500 meter, cabang atletik Kaltim semakin percaya diri menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya di Borneo Games 2025.
Editor: Erwin