Sejumlah cabang olahraga (cabor) andalan Bumi Etam dipastikan tidak dipertandingkan, sementara kekuatan atlet yang tersedia hanya tersisa sekitar 20 persen dari formasi ideal.
Kondisi ini membuat perjuangan Kaltim untuk bersaing di level nasional kian menantang. Namun demikian, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tetap menunjukkan optimisme.
Sejak awal menjabat, ia menegaskan keinginannya agar Kaltim tidak hanya menjadi peserta pelengkap, melainkan mampu menorehkan prestasi membanggakan.
Bahkan, Rudy secara terbuka menargetkan kontingen Kaltim menembus posisi tiga besar pada PON 2028 mendatang.
Target tinggi tersebut disambut serius oleh Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras. Menurutnya, permintaan gubernur bukan sekadar beban, melainkan motivasi besar yang harus dijalankan seluruh elemen olahraga prestasi di Kaltim.
“Mungkin tidak mudah, tetapi dengan perencanaan matang dan kerja bersama, target itu masih sangat mungkin dicapai,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Rusdi merinci sejumlah langkah strategis yang wajib ditempuh agar mimpi besar itu bisa diwujudkan, setidaknya ada 11 poin.
Fokus pada cabor unggulan.
Tidak semua cabor memiliki peluang besar menyumbangkan medali. Karena itu, Kaltim perlu memprioritaskan cabang yang terbukti konsisten menghasilkan medali emas, seperti atletik, renang, dan cabang bela diri.
Pemetaan kekuatan dan kelemahan
Analisis menyeluruh harus dilakukan, baik terhadap potensi internal maupun keunggulan daerah pesaing. Dengan begitu, strategi bertanding dapat disusun lebih tepat sasaran.
Pembinaan berjenjang
Pembibitan atlet sejak level junior sangat penting. Event kejuaraan daerah harus digelar rutin agar lahir regenerasi atlet yang berkesinambungan.
Pemanfaatan sport science
Ilmu pengetahuan modern harus diintegrasikan dalam pelatihan, mulai dari nutrisi, psikologi olahraga, biomekanika, hingga teknologi terkini.
Sekolah olahraga berasrama
Program khusus bagi atlet berbakat dengan fasilitas memadai dan pelatihan intensif perlu diwujudkan, sebagaimana telah diterapkan beberapa provinsi lain.
Dukungan anggaran
Ketersediaan dana memadai menjadi faktor kunci. Alokasi anggaran yang jelas dibutuhkan untuk mendukung pelatihan, uji coba, hingga pengadaan sarana-prasarana modern.
Kolaborasi lintas sektor
Dukungan tidak bisa hanya mengandalkan KONI. Pemerintah daerah, Dispora, hingga pihak swasta harus dilibatkan untuk membentuk sinergi besar.
Manajemen profesional
Tata kelola yang transparan, mulai dari logistik, administrasi, hingga manajemen kejuaraan, harus dibangun agar sistem berjalan efektif.
Uji coba dan kompetisi
Partisipasi rutin dalam ajang nasional maupun internasional penting untuk mengukur kesiapan atlet sekaligus mengevaluasi strategi.
Pembinaan mental atlet
Aspek psikologis tak boleh diabaikan. Latihan mental akan membantu atlet menghadapi tekanan di arena sekaligus menjaga motivasi.
Analisis pertandingan
Evaluasi berbasis rekaman video dapat digunakan untuk menemukan celah kelemahan maupun potensi yang bisa dimaksimalkan.
Rusdi mengakui, tantangan besar tetap ada, mulai dari keterbatasan anggaran hingga regenerasi atlet yang belum ideal.
Namun, ia percaya dengan konsistensi dan kerja keras semua pihak, target tiga besar yang dicanangkan gubernur bisa diwujudkan.
“Ini bukan sekadar mimpi. Jika strategi yang disusun dapat berjalan secara konsisten, maka Kaltim mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional,” tegasnya.
Editor: Erwin