Fahri terpilih setelah mendapatkan dukungan penuh dari kabupaten/kota di Kaltim. Tercatat tujuh pengurus cabang (pengcab) sepakat memberi amanah kepadanya untuk memimpin PBJI Kaltim.
Hanya tiga daerah yang belum terbentuk kepengurusannya, yakni Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat (Kubar), dan Mahakam Ulu (Mahulu).
“Alhamdulillah tujuh pengcab sudah mendukung penuh. Bahkan ada tokoh-tokoh yang saya hormati juga memberikan restu. Ini jadi motivasi bagi saya untuk membangun PBJI Kaltim lebih maju,” kata Fahri, Minggu (21/9/2025).
Pasca terpilih, iya komitmennya untuk segera menyusun program kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu agenda terdekat adalah penyelenggaraan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Insyaallah BK akan kita laksanakan pada November mendatang. Kenapa dipilih November, karena mayoritas KONI kabupaten/kota baru memiliki anggaran di APBD-Perubahan. Dengan begitu, rekan-rekan dari daerah bisa berpartisipasi maksimal,” akunya.
Terkait tuan rumah BK, Fahri menyebut ada beberapa kandidat yang sudah menyatakan kesiapan, yakni Kutai Timur (Kutim), Samarinda, dan Balikpapan.
Meski mengaku sebagai sosok yang awalnya awam di dunia ju-jitsu, Fahri mengungkap alasan kuat mengapa dirinya tertarik menakhodai organisasi ini.
Ju-jitsu memiliki nilai persaudaraan yang tinggi, penuh solidaritas, dan tidak membeda-bedakan latar belakang.
“Di ju-jitsu ini yang utama adalah persaudaraan. Tidak harus orang kaya atau berpengaruh untuk bisa memimpin. Semua saling mendukung, ada komando yang jelas, dan kebersamaan yang terjaga,” terangnya.
Sementara itu, persiapan atlet ju-jitsu Kaltim menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri juga tak luput dari perhatian Fahri.
Ia memastikan proses seleksi sudah dilaksanakan, dan kini para atlet tengah menjalani pemusatan latihan atau TC mandiri di daerah masing-masing.
“Atlet Balikpapan latihan di Balikpapan, atlet Bontang latihan di Bontang. Semua aktivitas TC mereka dilaporkan melalui video ke grup, sehingga terpantau aktif. Latihan ini dilakukan mandiri tanpa biaya dari luar, murni swadaya atlet dan pengcab,” pungkasnya.
Editor: Erwin