
Kejuaraan ini digelar setelah Pengurus Kabupaten Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengkab PASI) Kutai Kartanegara periode 2022-2026 dilantik kemarin di Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang.
Ketua PASI Kukar H Surya Agus kepada Korankaltim.com menjelaskan, pengurus yang dilantik sudah mengucapkan sumpah janji jabatan dan penandatanganan berita acara pelantikan yang ditandatangani langsung sekretaris PASI Kukar juga Koordinator Bidang Hukum Darmin Shaleh Balfas.
“Pelantikan dan kejuaraan ini untuk mendukung program Bupati Kutai Kartanegara meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan berprestasi. Di Kukar ini fasilitas cukup tersedia, dua stadion tidak ada larangan untuk menggunakan dan perhatian dari pemerintah sangat besar, itu bukti dukungan pemerintah,” papar Surya Agus.
“Selama ini tidak ada larangan untuk kami menggunakan dua venue ini, tinggal bagaimana komitmen kami, mudahan dengan adanya Pengkab PASI yang resmi sudah dilantik ini bisa membina dan meningkatkan prestasi atletik," papar Surya Agus kepada Korankaltim.com.
Untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII di Berau mendatang, PASI Kukar menargetkan 14 medali emas dari 24 emas yang diperebutkan alias juara umum. Darmin Balfas mengaku iri dengan PASI Kukar karena perhatian yang diberikan pemerintah daerah sangat besar.
"Selamat bertugas dan saya tegaskan tidak akan jalan pembinaan kalau pengurusnya hanya ribut sendiri. Jadi saya sendiri optimis dengan PASI Kukar ini, atlet atletik Kaltim akan semakin kuat dan siap membela PON mendatang dengan banyaknya atlet atletik Kukar yang berprestasi," ungkapnya.
Kabid Pembinaan Olahraga dan Kepemudaan Dispora Kukar Lukman Budiono yang berharap pengurus PASI Kukar bisa mengemban amanah dengan baik.
"Apapun itu tantangannya kami harus siap, harus kuat dan harus juara umum, apapun resikonya harus menang Berau," tegas Lukman.
Sementara Ketua KONI Kukar Rahman optimistis dengan kepengurusan PASI Kukar dibawah komando Surya Agus.
“Jangan pakai atlet mutasi, harus asli atlet Kukar. 2002, 2006 dan 2010 Kukar juara umum Porpov tapi dengan diperkuat atlet luar, akhirnya karma pas pelaksanaan PON atlet-atlet itu tidak bisa membela Kaltim di PON, ini bukti karma di olahraga itu nyata, kami tidak ingin seperti itu lagi, biar kalah yang penting putra daerah. Saya ingin mengubah budaya di pengurusan olahraga, minimal ketua Pengkab harus kenal atletnya begitu pula sebaliknya, jangan sampai tidak saling mengenal, atlet ini sebenarnya cukup minta diperhatikan saja dan perhatian dari pengurus cabornya," tegas Maman, sapaan akrab Rahman.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur