Euforia kemenangan melanda Tanah Air yang sejak malam tadi pukul 19.00 WITA sudah nongkrong di depan televise menyaksikan perjuangan tim putra berlaga melawan Tiongkok alias China.
Tak seperti yang dibayangkan, ternyata Indonesia bisa menang dengan tiga set langsung 3-0 padahal Tiongkok merupakan juara bertahan ajang ini.
Indonesia membuka keunggulan lewat tunggal Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan Lu Guang Zu dengan skor 18-21, 21-14 dan 21-16. “Saya sempat tertekan tapi berusaha focus dan konsentrasi pada set kedua, Puji Tuhan bisa menang,” kata Ginting dilansir dari laman Badmintonindonesia.com.
Skor jadi 2-0 saat ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Fajar/Rian sukses menaklukkan He pasangan Ji Ting/Zhao Hao Dong dua set langsung, 21-12, 21-19. "Bersyukur alhamdulillah bisa menyumbangkan angka kemenangan bagi Indonesia. Kami bisa bermain tanpa cedera. Kami tidak menyangka bisa diturunkan di partai final Piala Thomas dan sebagai ganda pertama serta bisa menyumbang angka," ujar Fajar. "Saya senang karena bisa mempersembahkan kemenangan. Keberhasilan ini sangat penting bagi kami untuk tidak menjadi pasangan pelapis terus. Ini menambah kepercayaan diri kami," Rian menambahkan.
Pada partai ketiga, Jonathan Christie kembali jadi penentu kemenangan Indonesia sama seperti di semi final mengalahkan Denmark.
Jojo menang di nomor tunggal saat menghadapi Li Shi Feng dengan skor 21-14, 18-21, 21-14.
"Kemenangan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Kami persembahkan kemenangan dengan merebut kembali Piala Thomas untuk keluarga, pelatih, tim pendukung, pengurus PBSI, dan para pecinta bulutangkis Indonesia," tutur Jonatan, peraih emas Asian Games 2018 ini.
Kemenangan Jojo membuat ganda putra kedua yaitu Daniel Marthin/Kevin Sanjaya yang sedianya menghadapi Liu Cheng/Wang Yilyu serta tunggal ketiga Shesar Hiren Rhustavito yang bersiap menghadapi Weng Hongyang tak dimainkan.
Gelar juara ini jadi yang pertama setelah 19 tahun karena terakhir kali trofi Thomas Cup terakhir diraih tahun 2002 silam. Pertemuan terakhir antara China dan Indonesia di final Piala Thomas terjadi 11 tahun lalu tepatnya pada 2010, dengan kemenangan telah China 3-0.
Sayangnya, tak ada kibaran bendera Merah Putih di selebrasi perayaan juara karena larangan pengibaran bendera imbas sanksi dari Badan Anti Doping Dunia (WADA).
Diketahui Pada 7 Oktober 2021, WADA menyatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak patuh dalam menerapkan program uji doping.
Sebelumnya pada 15 September 2021, WADA mengirim surat resmi kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) tentang ketidakpatuhan.
Indonesia bersama tujuh negara lain tidak mengirimkan sampel uji doping selama masa pandemi, yakni pada 2020 dan 2021, seperti yang telah ditetapkan dalam test doping plan (TDP).
WADA memberi tenggat waktu selama 21 hari untuk Indonesia dan tujuh negara lain untuk memberi klarifikasi. Setelah menanti selama 21 hari, Indonesia tidak memberi jawaban.
Lantaran tak mematuhi program tersebut, muncul tiga sanksi dari WADA. Selain pelarangan pengibaran bendera di berbagai ajang olahraga selain Olimpiade, Indonesia juga disebut tidak memenuhi syarat menjadi tuan rumah dalam kejuaraan tingkat regional, kontinental, atau dunia. Satu sanksi lainnya adalah perwakilan Indonesia tidak memenuhi syarat menempati posisi anggota dewan di dalam sebuah komite olahraga.
Tanpa bendera Merah Putih, bendera Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pun jadi pengganti dan terpasang dilatar perayaan juara malam tadi dan jadi yang pertama kalinya dalam sejarah dunia olahraga Indonesia terutama dari cabang olahraga bulutangkis.
Atlet, pelatih dan ofisial pun memilih memegang bendera merah putih yang terpasang di jaket mereka masing-masing.
Setelah Thomas dan Uber Cup, Indonesia akan kembali berlaga di Denmark Open 2021 di Denmark yang masuk kategori turnamen Super 1000 dengan total hadiah US$850,000 atau setara Rp11 miliar. Turnamen Denmark Open 2021 akan berlangsung di Odense Sports Park, 19-24 Oktober 2021. Tim badminton Indonesia menurunkan 19 pemain di turnamen ini. Rinciannya, enam wakil dari sektor tunggal dan 13 wakil dari sektor ganda.
Editor: Aspian Nur