“Kami di Bapanas, sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman sudah menyiapkan program intervensi pangan, utamanya untuk menjaga kestabilan pangan pokok strategis bagi masyarakat,” kata Maino dikutip dari Antaranews, Minggu (15/2/2026.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyetujui tambahan anggaran belanja (ABT) untuk mengoptimalkan pelaksanaan SPHP beras dan jagung pakan pada 2026.
Khusus SPHP beras, alokasi anggaran tahun ini mencapai Rp4,97 triliun, setara subsidi harga bagi sekitar 828 ribu ton beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat.
“Di Maret (2026), SPHP beras kita lanjutkan kembali, tapi penyalurannya akan selektif karena harus mengutamakan daerah yang defisit dan tidak pada daerah yang sedang ada panen. Sampai akhir Februari ini, SPHP beras juga masih ada dengan anggaran tahun lalu,” ujar Maino.
Sementara itu, anggaran SPHP jagung pakan pada 2026 ditetapkan sebesar Rp678 miliar. Dengan dukungan dana tersebut, pemerintah menargetkan distribusi jagung pakan mencapai 242 ribu ton kepada para peternak.
“Tentu ini merupakan angin segar karena target SPHP jagung di tahun ini meningkat drastis hingga hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya,” ujar Maino.
Sebagai gambaran, sepanjang 2025 realisasi penyaluran SPHP jagung tercatat 51,2 ribu ton yang menjangkau 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi. Program tersebut dinilai membantu peternak layer mandiri mendapatkan bahan pakan dengan harga lebih terjangkau.
“Program ini dapat menjadi penopang kestabilan harga telur ayam dan daging ayam ras karena jagung termasuk sumber pakan ternak unggas yang banyak digunakan di Indonesia,” pungkasnya.
Editor: Erwin