Pesawat ATR 42-500 tersebut diperkirakan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan, tepatnya pada titik koordinat 04*57’08” Lintang Selatan dan 119*42’54” Bujur Timur. Pesawat diketahui terbang dari Yogyakarta dengan tujuan Makassar.
Dalam operasi SAR tersebut, tim gabungan mengerahkan berbagai sarana pendukung, mulai dari personel, kendaraan truk, drone, hingga rescue car. Proses pencarian dilakukan secara bertahap dengan pengiriman sejumlah sortir personel ke lokasi.
“Personel kita sudah dikerahkan. Kita berangkatkan sortir pertama untuk melakukan asesmen ke lokasi sebanyak lima orang,” terangnya.
Pada tahap berikutnya, Basarnas memberangkatkan sortir kedua dengan kekuatan 15 personel. Selanjutnya, diberangkatkan sortir kedua 15 orang personel. Dan sortir ketiga kita memberangkatkan lagi potensi-potensi SAR yang ada, total sekitar 360 orang.
“Kita juga dibantu TNI dan kepolisian dalam operasi SAR dalam pencarian,” ucap Sultan.
Sementara itu, pihak Bandara Adisutjipto Yogyakarta memastikan seluruh prosedur keberangkatan pesawat telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebelum pesawat lepas landas.
“Sudah kita lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bandara. Kemudian di ruang tunggu, setelah itu boarding menuju ke Makassar,” ujar General Manager Bandara Adisutjipto Wibowo Cahyono Soekadi.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut diketahui lepas landas dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada pukul 08.08 WIB dengan tujuan Makassar.
Menurut Wibowo, seluruh tahapan keberangkatan, mulai dari pemeriksaan keamanan hingga proses boarding, telah dijalankan sesuai standar operasional yang berlaku.
“Semua prosedur dari keberangkatan sampai pemeriksaan di X-ray, di Security Check Point (SCP)-nya, sudah kita lakukan,” ujar dia.
Wibowo juga mengungkapkan bahwa pesawat tersebut mengangkut total 10 orang saat keberangkatan, yang terdiri atas kru dan penumpang. “Krunya tujuh, penumpangnya tiga,” tutupnya. (*)
Editor: Erwin