Korban tersebar di lima kecamatan. Di Kecamatan Malalak, banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur menyebabkan 10 korban meninggal atas nama Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo dan Ernawati.
Sementara di Kecamatan Tanjung Raya, tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko mengakibatkan empat korban atas nama Safarudin, Emninar, Hafizah dan Sumardi.
“Dua korban belum teridentifikasi di Ariki, Kecamatan Tanjung Raya,” katanya.
Di Kecamatan Matur, tanah longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak merenggut satu korban bernama Rajibah. Di Kecamatan Palupuh, satu korban atas nama Muhammad Daud juga dilaporkan meninggal dunia.
Korban paling banyak berada di Kecamatan Palembayan yang dilanda banjir bandang. Di Jorong Koto Alam, sebanyak 22 korban teridentifikasi atas nama Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Revan, Zara, Uci Suna, Kasmawati, Safarudin, Nabila, Iwik, Widya Ningsih, Nalla, Nabila dan Defrizal.
Di Jorong Sumbarang, 17 korban tercatat atas nama Zahara, Iyen, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Aguih, Azam, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih dan Sidan. Untuk wilayah Kampuang Tangah, terdapat tujuh korban yaitu Befriana, Rumi, Asmawati, Jun, Edi Ajo, Bustaman dan Leni.
Sedangkan di Jorong Kampung Tangah Timur, sembilan korban tercatat atas nama Memet, Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yurboy, Pudin dan Sarianti. “12 korban di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan belum teridentifikasi,” katanya.
Rahmat menambahkan, saat ini masih terdapat sekitar 78 orang belum ditemukan. Mereka tersebar di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur sebanyak lima orang, di Kecamatan Tanjung Raya empat orang, serta di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan sebanyak 69 orang.
Untuk proses pencarian, ia menyebutkan operasi berlanjut pada Minggu (30/11/2025) pagi. (*)
Editor: Erwin